Warga Masih Antri Mendapatkan E-KTP, Ini Penyebabnya

0
245
Rapat dengar pendapat Pansus XI DPRD dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal.(Foto:Makmur/Kbk)

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal Salu Panggalo,SH , mengakui, antrian warga yang ingin mencetak kartu tanda penduduk elektronik (e-ktp) sampai saat ini masih terjadi.Bahkan warga harus rela mengantre di kantor tersebut sejak pukul 00.30 dini hari. Menurut pria yang pernah menjabat sebagai kepala Inspektur Pemerintah Kabupaten Tegal tersebut, beralasan , terjadinya antrian warga disebabkan karena mesin pencetak E KTP yang tersebar di kecamatan juga terbatas dalam pencetakkannya. Sementara mesin pencetak E KTP di Dinas Catatatan Sipil juga tidak mampu mencetak E KTP melebihi angka 150 buah E KTP/hari.

” Kita tadi sampaikan ke pada Pansus XI DPRD Kabupaten Tegal, soal banyaknya warga yang antri untuk mendapatkan E KTP, dan kami jelaskan bahwa antrian panjang warga disebabkan karena persoalan teknis, diantaranya mesin pencetak E KTP bantuan dari pusat yang tersebar di kecamatan tidak bisa difungsikan dengan baik. Nah akhirnya dari kecamatan diarahkan ke Dinas catatan Sipil semua, maka itu terjadi antrian. Ditambah lagi mesin pencetak E KTP di Dinas Catatan Sipil itu hanya ada dua mesin, yang kemampuan cetaknya terbatas, hanya 150 buah E KTP/hari, jika Dua Mesin berarti hanya 300 buah E KTP yang bisa kita cetak. Jika dipaksakan mesin akan panas, karena menurut data sudah ada 158 ribu warga yang sudah rekam E KTP, tapi belum mendapatkan bukti fisik E KTP,” kata Salu kepada kabarberitaku.com, Kamis (25/01/2018).Usai rapat dengan Pansus XI DPRD Kabupaten Tegal. Untuk mengantisipasi dan mencari solusi agar tidak terjadi antarian panjang, Salu mengatakan, harus ada penambahan mesin pencetak E KTP disetiap kecamatan dan Dinas Catatan Sipil.” Kami juga sampaikan kepada Pansus XI untuk mengatasi antrian yang panjang warga saat cetak E KTP, harus ada mesin baru lagi, disetiap kecamatan dan tambahan di Dinas Catatan Sipil, sekiranya kami butuh anggaran 1,2 milyar lagi untuk beli mesin pencetak E KTP yang baru,”jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Tegal A.Firdaus,ASy, SE dan ketua Pansus XI DPRD Kabupaten Tegal H. Mukmin, meminta kepada Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal agar cepat mengatasi antrian warga tersebut.” Kami minta agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal, segera mengusulkan penambahan mesih cetak E KTP, dan menyiapkan Sumber Daya Manusianya untuk mengopEresikan mesin pencetak E KTP tersebut,” kata Mukmin. Menurut Mukmin antrean itu karena blangko E KTP di Kabupaten Tegal belum sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dia berharap, pemerintah pusat segera menggelontorkan blangko tersebut supaya tidak terjadi antrean yang memanjang. “Sebenarnya permasalahan ini berasal dari pusat, tapi daerah yang terkena imbasnya,ยป kata anggota Fraksi PKB ini Terpisah salah seorang warga asal Bojong , Nur Fitriani mengaku , mengantri sejak subuh dan dini hari, tapi pembagian nomor antrean dilakukan sekitar pukul 07.15. ” Ya yang antri ini ada yang mengurus perubahan data E KTP , ada yang baru hendak membuat KTP. Ada yang sudah perekaman, tapi belum dapat KTP-el-nya. Di kecamatan bisa. Tapi di kecamatan juga antre banyak,” ungkapnya.(Makmur/KBk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here