Perayaan Imlek Warga Tionghoa Tegal Berlangsung Meriah

Kabarberitaku.com, ( Tegal)- Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN ) kota Tegal dirayakan di gedung pertemuan Shangrila, Minggu ( 25/2/2018). Dalam acara tersebut dihadiri kurang lebih 2000 orang yang terdiri dari umat Khonghucu, peserta arisan Makin Tegal dan simpatisan Khonghucu, nampak juga para pejabat kota Tegal seperti Anggota DPRD , Forkominda, SKPD Kota Tegal, Kakemenag, MUI, Muhamadiah, NU, PUKAT , BKSG, Metta Vihara, Meditacion Centere, Hindu Dharma, Yayasan Tri Dharma Klenteng Tek Hay Kiong Tegal, Klenteng Ban Eng Bio Banjaran, klenteng Hok Im Tong Slawi, Kelenteng Hok Tek Bio Brebes, Makin Banjaran, Makin Brebes, Makin Pekalongan, Makin Cirebon.

 

Acara dibuka dengan pertunjukan Barongsai, koor anak SM dan Pakin (Pemuda Agama Khinghucu Indonesia) Tegal. Pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan doa, sambutan Ketua Makin Tegal, sambutan Pjs.walikota Tegal. Acara semakin meriah ketika panitia menyajikan lagu dan kesenian khas Tegal yang dibawakan oleh ibu – ibu bhayangkara.

 

Ketua Makin Tegal Gyong Gyong dalam pidatonya menekankan pentingnya kebersamaan dan saling menghormati diantara pemeluk umat beragama. Perbedaan adalah kodrat yang harus dijunjung tinggi , kita harus banyak bekerja sedikit bicara.Tema Imlek tersebut tak bedanya dengan Tema Imlek Nasional Matakin. Lie Ing Liong selanjutnya mengatakan dengan Imlek ini kita memiliki harapan untuk menjadikan umat Khonghucu khususnya di Kota Tegal dapat lebih menghargai pendapat orang lain dan dapat bekerjasama lebih baik lagi.

Sehingga untuk kedepan nya MAKIN Kota Tegal semakin jaya dan semakin maju. Sesuai tema TBI tahun ini “Insan Beriman Mau Berlomba Tidak Mau Berebut,”ujarnya.

Perayaan Imlek kali ini dihadiri oleh berbagai pemeluk agama atas undangan Makin (Majelis Agama Khonghucu ) Tegal hal tersebut menunjukkan banyaknya dukungkan simpatisan Khonghucu dan juga menunjukkan bahwa hubungan antar umat bergama di Tegal sangat kondusif. Tak heran bila lima calon Walikota Tegal peserta Pilkada 2018 hadir dalam acara tersebut untuk memberikan dukungan kepada umat Khonghucu.

Maka dari itu lanjut Lie Ing Liong, makna perayaan Imlek tahun ini adalah sebagai bentuk reflesi diri
hubungan manusia kepada tuhan selama ini, dan hubungan sesama manusia dan bumi.”Imlek ini terdiri dari tiga aspek sebenarnya, bagaimana mengatur pola hubungan kita dengan tuhan, bersatu dengan bumi. Kita mengucapka terima kasih karena bumi telah menyediakan sumber daya dan bagaimana kita mengatur hubungan sesama masyarakat,” tuturnya.

Dia berharap di tahun Imlek ini tetap memperkokoh hubungan manusia kembali dan semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa.” Kita harus yakin bahwa dengan perbedaan-perbedaan ini justru menjadi modal pemersatu kita,” ujarnya.

Sementara salah satu calon wali kota Tegal, Nursoleh, mengatakan, tentang pentingnya peranan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Tegal,Nursoleh berharap, keinginan untuk membuat Kota Tegal selalu aman, nyaman, kondusif dan tidak ada gejolak apapun, selalu dinomorsatukan. Sehingga tidak ada kegiatan yang sifatnya memecah belah warga Kota Tegal.

” Saya harap tentu saja di tahun-tahun mendatang, berjalan dengan kegiatan kita. Para ulama dan tokoh agama, saya harap senantiasa memberikan kesejukan lewat fatwa-fatwanya dan para politisi tetap menjalankan pekerjaannya di ranah politik,”ujarnya.

Nursoleh juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh panitia di bawah naungan ketua Makin Tegal, Gyong Gyong yang senantiasa membuat acara yang meriah dan mendatangkan tamu dari luar kota. “Tahun baru kita mulai dengan doa, bahwa yang lalu sudah kita jalani bisa menjadi evaluasi dan instropeksi terhadap tahun yang akan kita kerjakan saat ini. Saya yakin di tahun anjing tanah ini, keberkahan dan kesuksesan senantiasa menyertai kita semua,”pungkas berharap.(Soleh/Kbk)