Apakah Ada Hubungan Gunung Gajah Tegal Dengan Patih Gajahmada??

0
177
Gunung Gajah Gunung Gajah terletak di kawasan perbatasan antara wilayah kabupaten Pemalang dan kabupaten Tegal Jawa Tengah. tepatnya di Desa Gongseng (Pemalang).(Foto:Samsudin/Kbk)

Kabarberitaku.com, ( Slawi )– Gunung Gajah terletak di kawasan perbatasan antara wilayah kabupaten Pemalang dan kabupaten Tegal Jawa Tengah. tepatnya di Desa Gongseng (Pemalang).

relawan penghimpun fosil purbakala bernama Dakri (65) sempat mengaku dalam perjalanan nya mencari fosil di hutan pernah menemukan makam Gajah Mada.(Foto:Samsudin/Kbk)

Dari jalur pantura Desa Babadan Kecamatan Warurejo, Kaubupaten Tegal, kalau anda kesana paling praktis lurus saja ke arah selatan sekitar antara 14 km sampai dengan 16 km masuk ke Desa Kedungjati terus masuk Desa Gongseng akan terlihat disana. Gunung Gajah yang memiliki ketinggian antara 200 meter – 300 meter itu di kalangan nelayan pantura cukup dikenal karena dapat menjadi alat kompas ( penunjuk arah) ketika mereka melaut, apabila pulang melaut sudah bisa melihat Gunung Gajah artinya menandakan posisi mereka istilah mereka untuk “ancer ancer” atau patokan bahwa mereka sudah dekat ke rumah dan tak lama lagi kapal mereka akan mendarat.

Menjadi satu obyek pemandangan yang menarik karena sesuai nama itu sendiri bila diamati benar memang bentuk wujudnya gunung itu mirip dengan seekor gajah yang sedang berdiri menghadap arah barat di seberang selatan aliran sungai Kali Rambut yaitu sungai yang membatasi wilayah Kabupaten Pemalang dan wilayah Kabupaten Tegal walaupun pusat ketinggian disana tetap satu yaitu dataran tinggi Gunung Slamet yang mencakup dua wilayah eks karesidenan Pekalongan dan Benyumas. Namun posisi Gunung Gajah sebenarnya jauh dari Gunung Slamet sebagai induk puncaknya dibanding kaki kaki Gunung Slamet yang ada. Jadi Gunung Gajah nampak seakan seekor gajah raksasa yang sedang berdiri kesepian menunggu temannya. Namun jangan kaget bila anda mendatangi puncaknya di sana bentuk Gajah yang anda lihat tadi sudah tak nampak lagi kecuali dataran tinggi dan belantara hutan jati.
Lantas apa hungannya dengan Gajah Mada nama patih kerajaan Majapahit itu? Ini memang yang selama ini menjadi persoalan sejarah yang amat menggelitik karena paska Perang Bubad dalam sejarah Patih Gajah Mada raib entah kemana. Ada informasi katanya di Thailand ada makam Gajah Mada mengingat kawasan kerajaan nusantara masa itu melebar hingga kemanca negara. Namun yang membuat penasaran penulis dan tergelitik karena masyarakat Majapahit, Malang Jawa Timur mempercayai paska Perang Bubad, Gajah Mada lari ke Tegal. Informasi Keperca yaan itu penulis dapat dari orang orang Desa Majapahit yang jumlahnya puluhan orang kebetulan pernah datang di Kota Tegal sebagai seles sepatu cuci gudang saat itu sempat ngobrol dengan penulis di sebuah warung kedai di pinggir jalur pantura Kota Tegal. Mereka memberitahukan bahwa masyarakat Majapahit percaya Patih Gajah Mada lari ke daerah Tegal.
Lalu pertanyaannya apa hubungannya dengan Gunung Gajah? Begini pertanyaanya lagi apakah nama Gunung Gajah semata bentuknya menyerupai gajah atau ada latar belakang yang melengkapinya karena Patih Gajah mada pernah mukim di Tegal dan wafat dimakamkan di daerah Gung Gajah? Yang membuat penulis penasaran lagi ketika penulis yang kebetulan menjadi anggota klaster pariwisata ketika ke pusat temuan fosil di Semedo wilayah Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Tegal barat Gunung Gajah bertemu seorang tokoh relawan penghimpun fosil purbakala bernama Dakri (65) sempat mengaku dalam perjalanan nya mencari fosil di hutan pernah menemukan makam Gajah Mada di kawasawan dekat Gunung Simping melihat dengan mata kepala sendiri. Hanya ketika penulis tanya apa dasarnya sampai mengerti itu makam Gajah Mada, apa dari tulisan nisan dan tentunya huruf jawa kuno kemudian seperti apa arahnya, sebab bukan beragama islam tidak mungkin arahnya ke kiblat utara? Sayangnya dia belum bisa menjelaskan karena keterbatasan pengetahuan terutama pengenalan bahasa jawa kuno. Yang kedua tentang lokasi karena tak begitu inten urusanya Dakri lupa dan berusaha untuk mendatangi lagi belum berhasil sampai sekarang.
Namun terlepas itu benar atau salah bahwa saat ini tiba tiba muncul inspirasi yang merangsang motivasi untuk menggali informasi tentang kemana sosok tokoh patih kerajaan Majapahit itu raib? Apapun dia itu orang besar yang berpengaruh dalam kancah sejarah masa lalu Bangsa Indonesia yang layak digali terus, bagaianapun dia sosok manusia, ada ujud fisik, tentu logisnya kalau meninggal dari sisi kultur antropologisnya musti punya makam dan napak tilasnya, tinggal dimana sekarang yang penting untuk terus digali. ( Samsudin/kBK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here