Puluhan Santri Di Tegal Keracunan Usai Berbuka Puasa

0
224
Dua orang santri Ponpes Putra Annur Kelurahan Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal Masih dirawat di RSUD Dr.Seoselo Slawi.

 

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Sekitar 36 Santri Pondok Pesantren Putra Annur Kelurahan Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, mengalami, mual – mual dan muntah, diduga puluhan santri tersebut mengalami keracunan setelah menyantap makanan dan minuman yang dikonsumsi saat buka puasa sunah pada Senin (5/3/2018).

Pihak pesantren baru melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan pada Selasa malam. Hingga Rabu (07/08/2018) siang , masih ada 38 santri Pondok Pesantren Putra Kawit Annur Slawi, Kabupaten Tegal yang masih menjalani penanganan medis di pondok pesantren akibat keracunan .

Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, diterjunkan untuk mengawasi langsung proses pengobatan dan pemulihan terhadap kondisi korban keracunan. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, dari jumlah tersebut ada tiga santri terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit dr Suselo Slawi. Sejumlah santri mengemukakan, peristiwa keracunan massal ini terjadi pada Senin petang lalu, saat puluhan santri menyantap minuman takjil buka puasa bersama. Namun baru keesokan harinya santri mengeluh mual hingga muntah. Dari keluhan santri ini, Selasa malam pihak pesantren melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

Aris Eka Prassetyio, pengurus Pon-Pes An Nur Desa Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal mengemukakan, peristiwa keracunan massal ini terjadi pada Senin petang lalu, saat puluhan santri menyantap minuman takjil buka puasa bersama. Namun baru keesokan harinya santri mengeluh mual hingga muntah. Dari keluhan santri ini, Selasa malam pihak pesantren melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.” Pas buka puasa para santri mengkomsumsi minuman es kelapa campur jeruk bali dan minuman jus campur jadi satu. Mereka merasakan mual dan pusing keesokan harinya,”ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Tegal, Kiswandi, menjelaskan petugas sempat melakukan survei epidemologi menjadi tiga klasifikasi yakni ringan, sedang dan berat. Untuk yang mengalami keracunan berat dirujuk ke rumah sakit, klasifikasi sedang akan diobservasi hingga sehari ke depan jika tidak ada perubahan akan segera dirujuk. Sementara yang ringan akan menjalani rehidrasi untuk memulihkan kondisi tubuh.

Sementara itu, kasus tersebut kini dalam penyelidikan Polres Tegal. Sampel minuman takjil telah diamankan untuk di lakukan uji laboratorium. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.(Makmur/KBk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here