Sidang Sengketa Tanah dan Bangunan, Saksi Penggugat Sering Jawab Lupa dan Tidak Tahu

0
253

Kabarberitaku.com, ( Tegal)- A. Zaky karyawan Badan Kredit Kecamatan ( BKK) Tegal Barat, yang menjadi saksi kasus sengketa tanah dan bangunan dalam perkaraNo.06/Pdt.G/2018/PN.Tgl, dengan tergugat I A. Mudhofir dan tergugat II Susmiati, kerap menjawab lupa dan tidak tahu dalam persidangan. A. Zaky yang dihadirkan sebagai saksi oleh pengugat sering menjawab lupa dan tidak tahu ketika majelis hakim menanyakan beberapa pertanyaan.

Majelis Hakim Frans Efendi M.,S.H.,M.H, antara lain menanyakan kepada a. zaki perihal uang sebesar Rp. 180 juta yang diserahkan ke BKK Tegal Barat .

“Saudara mengatakan bahwa yang melunasi pinjaman para tergugat di BKK Tegal Barat adalah pengugat Bapak Sutikno, saudara saksi tahu itu uang koperasi atau uang pribadi Pak Sutikno, dan apakah saudara saksi punya bukti surat yang menyatakakan bahwa tergugat memerintahkan penggugat untuk melunasinya ?” ujar Frans Efendi M di Pengadilan Negeri Kota Tegal, Rabu (16/05/2018).

Zaky pun menjawab dirinya tidak tahu uang darimana. Namun, ia mengaku tak mengetahui secara pasti kapan penggugat menyerahkan uang sebesar Rp.180 juta tersebut ke BKK Tegal Barat.” Saya tidak tahu uang tersebut uang koperasi atau uang pribadi Pak Sutikno, saya juga lupa tanggal bulan dan tahunnya, serta besaran pinjamannya,” kata Zaky.

Mendengar jawaban Saksi, majelis hakim pun memberikan penjelasan berdasarkan data dan bukti kwitansi.” Ini datanya ada kwitansi uang Rp.180 juta atas nama koperasi Teras, yang diserahkan ke BKK Tegal Barat loh. Kenapa yang gugat kok pribadi pak Sutikno bukan koperasi,” kata Hakim.

Mendengar penjelasan hakim, saksi Zaky terdiam sembari mengusap keringat. Majelis hakim pun lebih jauh menanyakan soal sertifikat yang dijadikan sengketa antara penggugat dan tergugat tersebut. Pasalnya, Zaky dalam kesaksian mengambil sertifikat dari brankas BKK Tegal Barat. Zaky mengaku, sertifikat di BKK Tegal Barat saat itu masih nama para tergugat saat diambilnya sebelum diserahkan ke pihak lain. Bahkan Zaky didepan majelis hakim mengakui tidak ada perintah atau surat kuasa dari tergugat I dan II untuk mengambil dan menyerahkan sertifikat yang masih atas nama para tergugat setelah pinjaman tergugat dilunasi oleh penggugat.

Pantuan kabarberitaku.com dalam persidangan, saksi terlihat berbelit dan grogi ketika Hakim juga menanyakan urusan jual beli antara penggugat dengan tergugat. Bahkan majelis hakim sempat bernada tinggi karena saksi berbelit – belit dalam memberikan keteranga, dan menanyakan berulang- ulang kepada saksi. ” Saudara saksi tahu kapan jual beli antara penggugat pak Sutikno dan tergugat I A.Mudhofir serta tergugat II, apakah saksi melihat transaksinya, karena tadi saksi menyatakan bahwa saksi yang mengambil dan membawa sertfikat itu, dan datang ke notaris”? tanya hakim

Zaky dalam kesaksiannya mengaku dirinya hanya ingat mengambil sertifikat saja dari BKK Tegal Barat dan membawanya. Ia pun mengaku lupa dan tidak tahu saat ditanya soal kapan terjadi jual beli.” Saya lupa dan tidak tahu tanggal bulan dan tahunnya, kapan jual belinya, soal ya saya keluar ruangan,”kata saksi.

Kemudian mejelis hakim meminta saksi dan para tergugat untuk melihat Akte Jual Beli ( AJB ).” Silahkan lihat saksi apakah ini tandatangan tergugat I dan Tergugat II dalam AJB,” ujar Hakim.

Mendengar perintah majelis hakim saksi dan para tergugat berdiri untuk melihat tandatangan dalam AJB Nomor.402/2015. Saksi menyatakan bahwa itu adalah tandatangan para tergugat dalam AJB, namun para tergugat keberatan kepada kesaksian A.Zaky atas kesaksiannya, sehingga majelis hakim menerima keberatan para tergugat dan meminta kepada para tergugat untuk bertandatangan di sebuah kertas.

Setelah mendengar kesaksian dari staf BKK Tegal Barat majelis hakim, kemudian menutup sidang dan dilanjutkan minggu depan dengan agenda keterangan saksi dari para tergugat. ” Agenda berikutnya adalah keteranga saksi dari para tergugat, dan dikasihkan dua kali ( Periode ) dalam kesaksi, untuk penggugat hanya sekali, karena kesempatan pertama sudah diberikan, tapi saksi dari pihak penggugat tidak ada yang datang,” ujar hakim dan menutup jalannya sidang.

Sementara pemerhati sosial dan hukum , Vidy Trimutono, yang mengikuti jalannya sidang dalam perkara No.06/Pdt.G/2018/PN.Tgl, menilai keterangan saksi dalam persidangan yang dihadirkan oleh penggugat, berbelit- belit dan tidak mengatahui materi pokok persidangan. Bahkan kata pria yang akrab disapa Pak Dhe Vidy ini mengungkapka, bahwa katerangan saksi jelas mengada – ada.” Saksi memberikan keterangan terlihat grogi, bahkan saat majelis hakim menayakan apakah tahu materi sidang perdata ini , saksi menjawab tidak tahu menahu, adalagi keterangan saksi soal AJB, saksi menyatakan keluar ruangan saat berada di notaris, tapi saksi atas nama Zaky mengakui itu tandatangan para tergugat dalam AJB, inikan keterangan saksi janggal, tidak tahu dan lupa kok bisanya menyatakan itu tandatangan para tergugat.Ada ketidak jujuran saksi dalam memberikan keterangan dibawah sumpah. Saya yakin dalam perkara ini hakim akan jeli dalam memutus perkara tersebut, dengan keterangan saksi atas nama Zaky yang didatangkan sebagai saksi dari penggugat, saksi grogi dan berbelit belit saaat ditanya hakim,” pungkasnya. ( Soleh/Kbk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here