Proyek Jalan Rabat Beton di Kabupaten Tegal APBD Tahun 2017 Diduga Asal Jadi

0
337

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Tegal masih belum sesuai harapan seperti ada benarnya. Sejumlah kegiatan peningkatan jalan dalam bentuk betonisasi diketahui masih dinilai berkualitas jelek.

Salah satu pekerjaan yang diduga tidak memenuhi spesisifikasi teknis adalah pekerjaan peningkatan jalan Sumbaga – Senggang – Sokatengah Kecamatan Bumijawa yang dikerjakan PT. JIP dengan nilai pagu anggaran Rp. 5.753.000.000,00,- , dengan panjang jalan 2295 meter, lebar 4 meter. Kemudian peningkatan jalan Bojong – Sokasari Kecamatan Bojong yang dikerjakan PT. BJ dengan panjang jalan 800 meter, lebar 4 meter. dengan nilai pagu Rp. 2.552.000.000,00 kedua proyek tersebut menggunakan perkerasan beton semen Fs 45. Pekerjaan yang dibiayai dari dana APBD 2017 ini diduga kuta tidak sesuai dengan RAB semestinya.

Dari penulusuaran dan pantauan tim kabarberitaku.com, di dua lokasi proyek selama pekerjaan betonisasi di ruas jalan Sumbaga – Senggang – Sokatengah Kecamatan Bumijawa dan Bojong- Sokasari, secara kasat mata ditemukan beberapa kejanggalan diantaranya, penggunaan plastik cor ( Polytene) sebagai lantai kerja cor beton hanya dipasang pada sisi samping tidak dihampar memanjang secara sejajar dengan bekesting dimana plastik cor tidak menutup bagian dari bekesting. Padahal fungsi dari pekerjaan pemasangan Polytene (plastik cor) untuk menutup bekisting sehingga celah-celah pada bagian bawah bekisting tertutup. Sehingga pada waktu pelaksanaan pengecoran air semen tidak akan keluar dari adukan beton yang baru dicor.

Demikian juga peralatan yang digunakan, pada pelaksanaan pekerjaan tersebut terlihat tidak menggunakan concrete Vibrator sebuah mesin vibrator yang banyak diaplikasikan pada pekerjaan pengecoran, konstruksi jalan dan pekerjaan sipil lainnyan yang bertujuan untuk memaksimalkan produktivitas dan kinerja.Kemudian concrete pavers yang alat berat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan beton untuk menghampar beton ready mix yang fungsinya seperti pada pekerjaan asphalt finisher dan digunakan dalam proses pengecoran jalan raya beton (“rigid pavement”) secara menerus dengan jaminan kualitas, kemiringan, dan kerataan sesuai dengan titik yang ditentukan dengan sangat akurat.

Terpantau juga pada pelaksanaan curing ( Perawatan beton ) setelah beton mencapai final setting, artinya beton telah mengeras. Tidak dilaksanakan, sehingga beton dikhawatrikan akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Ditemukan pada sejumlah titik lokasi tidak terpasangan tulangan dowel.Selain itu, pada pekerjaan pengecoran lantai kerja ( B0 ), pada pelaksanaan proyek dimaksud ratusan meter tidak didapatti adanya pekerjaan pengecoran lantai dasar sesuai ketentuannya.Ironisnya hasilkodril dan sampel hanya dilakukan di beberapa titik saja.

 

Terpisah Direktur Cv. Lemlit Global Riset, Teguh Haris selaku konsultan pengawas pada kedua kegiatan proyek tersebut, membantah jika kedua proyek tersebut dikerjakan asal- asalan atau diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB. Namun, Teguh panggilan akrab konsultan pengawas ternama di kabupaten Tegal tersebut kaget setelah diperlihatkan hasil temuan tim kabarberitaku.com dari dua lokasi proyek dimaksud.

” Jika tidak dipasang dowel dan lantai kerja itu jelas menyalahi spek,”ujarnya singkat.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) Kabupaten Tegal, Munadi didampingi Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan , Tarmudi mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pengawas dan kontraktor. Namun demikian kata Munadi, bilamana nantinya terjadi kesalahamn atau ditemukan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pada kedua proyek tersebut, pihaknya sudah menyerahkan tanggung jawabnya kepada konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana proyek. ” Sesuai pernyataan tertulis rekanan dan konsultan pengawas siap dan tanggungjawab bila benar dua pekerjaan tersebut menyimpang dari spek,”ujarya kepada kabarberitaku.com belumlama ini.

Tokoh Pemuda Pancasila, Slamet Supriyadi mengatakan, hasil temuan di lapangan, pekerjaan fisik dari APBD tahun 2017 kualitasnya sangat jelek. DPU Kabupaten Tegal harus langsung menindaklanjuti permasalahan pekerjaan di lapangan. Karena hal itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan instansinya agar pekerjaan tersebut bisa teresalisasi sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. (Jaylani Iqbal/Makmur/Kbk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here