Lelang Pasar Margasari Tegal Dua Kali Gagal Tender , Pemerintah Dinilai Ingkar Janji

0
570
Tampak bangunan Pasar Margasari rata dengan tanah.( Foto:Jaylani Iqbal)

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Proyek pembangunan kembali Pasar Margasari dipastikan tertunda. Proyek yang direncanakan mulai dibangun tahun 2018 ini dan menelan anggaran APBD Kabupaten Tegal sebesar Rp 17.546.028.000 , ternyata mengalami gagal tender. Tertundanya prmbangunan pasar terbesar ini membuat ratusan pedagang yang kini harus menempati lahan relokasi merasa kecewa. Mereka menuding Pemkab Tegaltelah ingkar janji.

Salah satu tokoh masyarakat dan mewakil pedagang, Harjorasdi, mengaku sangat kecewa terkait gagalnya tender pembangunan Pasar Margasari. Kondisi ini tentu menyebabkan pedagang lebih lama lagi berjualan dilokasi relokasi yang dinilainya tidak nyaman. Selain itu pihaknya juga sangat menyayangkan pernyataan pemerintah yang berjanji menuntaskan pembangunan Pasar Margasari secepat mungkin. Namun faktanya, hingga kini pembangunan tak kunjung dilakukan.

“Dari akhir bulan Maret sudah dibongkar dan pedagang sudah di relokasi, sudah dua kali ada keputusan pemenang tander, namun gagal terus. Kalau sekarang kan perlu waktu yang lama dalam proses tender apalagi ini gagal, kan dua kali lipat jadinya. Tentu ini membuat kami kecewa,” ujarnya Rabu (9/08/2018)

Pria yang pernah menjadi anggota DPRD dari F PDIP mengatakan,ketika bangunan Pasar Margasari yang lama dibongkar, maka pembangunan akan segera dilaksanakan. Karena biasanya setelah pembongkaran dilanjutkan dengan pengerjaan proyek. Tetapi nyatanya tidak demikian, lama setelah dilaksanakan pembongkaran, pembangunan tak kunjung dimulai. “Kondisi ini tentu menimbulkan kekecewaan mendalam di benak pedagang. Kalau ramai sih ga masalah, tapi ini sepi, panas jadi kecewanya berlipat ganda,” katanya.

Pernyataan tegas juga disampaikan Harjorasdi. Ia menilai gagalnya pembangunan kembali Pasar Margasari tertunda- tunda disebabkan faktor proses tender melalui LPSE Pemkab Tegal ada kejanggalan. Menurutnya kejanggalan tersebut terjadi pada ketidakprofesionallan panitia lelang pembangunan kontruksi Pasar Margasari. ” Kami meminta Bupati dan Pak Sekda tegas kepada panitia lelang yang tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya. Karena gagalnya lelang tersebut yang menjadi korban adalah para pedagang pasar bukan para penggede birokrasi. Saya menilai dua kali gagal dalam proses tender proyek pasar Margasari, jelas menunjukan ketidak profesionallan dari paniti lelang Pokja ULP Kabupaten Tegal. Harus diganti itu oknum – oknum panitia lelang pasar Margasari,” tegasnya

Harjo menuturkan, gagal lelang terus menerus pada proses tender pasar Margasari sangat tidak sesuai dengan komitmen pemerintah . Pihaknya menyebut pemerintah telah menjanjikan akan melakukan pembangunan secepatnya, sehingga pedagang mau pindah ke lokasi relokasi. “Sebagaian besar pedagang berharap pembangunan segera dilaksanakan sesuai dengan janji yang pernah diucapkan.Namun, jika terus tidak ada kejelasan seperti ini, bisa jadi pedagang akan menggagas demo terkait kejelasan pembangunan Pasar Margasari,” tegasnya.

 

Terpisah Plt Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kabupaten Tegal Dedy Junaedi saat dikonfirmasi membenarkan adanya proses pembangunan Pasar Margasari molor karena terkendala lelang proyek. Bahkan Dedy juga membenarkan bahwa diriya dan sejumlah panitia lelang dipanggil pihak Kepolisian Resort Tegal, karena permasalahan lelang proyek pasar Margasari, ” dalam proses lelang terdapat kesalahan administrasi sehingga dilakukan evaluasi ulang terhadap dokumen penyedia jasa atau peserta lelang. Evaluasi itu diawali dengan adanya sanggahan dari penyedia jasa dan sanggahan itu dinyatakan benar. Sehingga lelang gagal. Benar saya juga dipanggil karena saya salah satu pokja. Saya diklarifikasi terkait proses lelang Pasar Margasari,” jelasnya

Menurutnya pihaknya tidak bisa memastikan waktu penetapan pemenang lelang . Namun ditargetkan proses lelang arus sudah selesai pada awal Agustus 2018 agar pengerjaan pembangunan Pasar Margasari bisa selesai tepat waktu.”Pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan membutuhkan waktu selama 138 hari kalender. Selasai 22 Desember 2018,” pungkasnya.( Jaylani Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here