Putra – Putri Ki Enthus Susmono Ikuti Jejak Sang Ayah

0
1096

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Pada masanya, Ki Enthus Susmono ( Alm ) boleh saja ditahbiskan sebagai salah satu dalang edan penentang zaman, bahkan dengan didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikannya lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang komunikatif, spektakuler, aktual, dan menghibur.Pada tahun 2005, dia terpilih menjadi dalang terbaik se-Indonesia dalam Festival Wayang Indonesia yang diselanggarakan di Taman Budaya Jawa Timur.

Ki Enthus yang lebih dikenal Dalang Edan karena keberaniannya mengkritik ini juga pernah mewakili Indonesia dalam event Festival Wayang Internasional di Denpasar, Bali pada tahun 2008.Namun, Sepeningglanya Ki Enthus Susmono , aksi- aksinya kini sudah tidak dinikmati lagi oleh masyarakat . Adapun putra- putirnya terus berupaya merintis jalan mengembalikan kebesaran itu.

 

Hal itu dibuktikan aksi putra- puti almarhum Ki Enthus Susmono, dalam pagelaran wayang kulit dan wayang santri dalam suasana Kemerdekaan RI Ke-73, yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tegal di Taman Rakyat Slawi ini, Kamis (23/8/2018) malam.

 

Anak kedua Bupati Tegal, yang akrab dipanggil Haryo ini, mengangkat lakon “Lupit Bela Negara”. Dalam pementasan tersebut, Haryo menyampaikan pesan lewat aksinya. “Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat akan jasa para pahlawan,” lantang Haryo. Gelak tawa penonton ikut meramaikan pementasan tersebut.

Lakon Lupit, memang menjadi primadona tersendiri saat pementasan wayang santri saat pementasan wayang santri yang dibawakan oleh semasa hidup Almarhum Ki Enthus Susmono.“Sudah lama tidak melihat lupit berbicara, akhirnya ada generasi penerus yang dapat menghibur masyarakat sekaligus melestarikan budaya,” papar salah satu warga Slawi, Sugiarto (51).

Tepuk tangan warga menjadi penutup aksi Haryo, dilanjutkan pementasan adiknya. Yaitu Ni Firma Nur Jannah Enthus Susmono.

Mahasiswa di salah satu Universitas Surakarta ini, membawakan wayang kulit dengan lakon “Narayana Rabi”.

Karakter Narayana dalam pewayangan merupakan seorang Raja yang sangat sakti dan bijaksana.(Makmur/Kbk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here