Dana “Hibah” PT. Prima Logam ke Pihak Pemerintah Desa Cenggini Dipertanyakan

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Dana Hibah untuk pembangunan sekolah dan makam yang diberikan kepada pihak Desa Cenggini kecamatan Balapulang kabupaten Tegal sebesar Rp. 52 juta dari PT.  Prima Logam menjadi partanyaan Masyarakat. Pasalnya dari jumlah dana hibah sejak tahun 2016 tersebut hanya teralisasi untuk pembangunan makam desa setempat saja.

Salah satu tokoh masyarakat dan pengurus Lembaga Pendidikan Islam  MDT Awaliyah Sinar Islam Desa Cenggini Sarang, Abdul Jalil, mengungkapkan, dana hibaH dari PT. Prima Logam , baru teralisasi sebesar Rp. 12 Juta yang di peruntukkan untuk pembangunan makam. Sedangkan sisanya sebesar Rp 40 juta diperuntukan untuk biaya pembangunan madrasah belum teralisasi.” Untuk madrasah belum teralisasi sama sekali, lantas sisanya kemana, karena dana hibah tersebut diberikan pihak desa sejak tahun 2016,” ucap Abdul Jalil.

Terpisah, kepala desa Cenggini H. Sugiharto, menjelaskan, bahwa dana sebesar Rp. 52 juta dari PT.  Prima Logam bukan dana hibah, namun dana tersebut adalah dana pologoro.” Itu bukan dana hibah, tapi uang sebesar Rp. 52 juta adalah uang pologoro, setiap transaksi pengambilannya di notariskan sebesar 3 persen dengan cara bertahap,”ujarnya.

Menurut Sugiharto, pihak PT. Prima Logam memberikan uang sebesar Rp. 52 juta, kepada pihak desa berawal dari adanya aksi demo demo penutupan lahan oleh masyarakat setempat. Sedangkan belum diberikan sisanya kepada pihak yayasan,Sugiharto beralasan, pada tahun 2016 melalui program Dana Desa pembangunan tahun 2016, pembangunan Yayasan MDA Awaliyah Sinar Islam diusulkan, namun usulan tersebut tidak disetujui oleh pemerintah Kabupaten Tegal, sehingga tidak bisa direalisasikan.

” Perihal soal pembangunan RKB MDT kronologisnya adalah, tahun 2016 yang lalu melalui musdes anggarAn pembangunan untuk MDA akan diambilkan dari dana DD. tetapi usulan tersebut olih pemkab Tegal di coret. Alasannya karena dana desa atau DD tidak boleh untuk membangun yayasan. Hal itu sudah kami memberitahukan kepada yayasan dan masyarakat. Benar memang dana sebesar Rp 52 juta dari Prima Logam sudah diterima semua. Rp 12 juta sudah direalisasikan untuk pembangunan makam Cipta Sari pedukuhan Bayong. sedangkan yang Rp 40 juta akan nanti diserahkan ke yayasan Madrasah Sinar Islam awal Oktober 2018,”ucapnya.Sementara salah seorang kepercayaan PT. Prima Logam bernama Ahmad, membenarkan, pihak PT. Prima Logam sudah memberikan dana sebesar Rp. 52 juta kepada pihak desa.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Mustofa,SPdi, menegaskan kepada seluruh kepala desa (Kades) di kabupaten Tegal agar memasukan sumbangan dana pihak ketiga ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes)

Menurutnya, dana sumbangan pihak ketiga seperti bantuan program CSR perusahaan berapapun  nilainya bukan diperuntukan bagi kades dan perangkat desa. Namun dana tersebut diberikan sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan kepada seluruh warga di desa tersebut.

“Memang ada beberapa desa yang menerima dana CSR semacam hibah dari perusahaan atau pihak ke tiga. Berapapun dana yang diterima desa harus masuk dalam APBDes. Karena pemberian perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat,” Katanya ( Jaylani Iqbal / KBk ).