Simulasi Kerusuhan Pemilu 2019 di Tegal, Seperti ini Situasinya

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Kerusuhan bisa saja pecah di tengah gelaran Pemilu 2019. Polisi di kabupaten Tegal pun menyiapkan diri untuk menghadapi situasi paling buruk. Salah satunya menggelar simulasi penanganan kerusuhan.

Simulasi yang digelar di Jalan Aip KS Tubun, Slawi, tepatnya depan Mapolres Tegal melibatkan ratusan polisi. Mereka dibagi menjadi massa kerusuhan dan petugas pengamanan. Simulasi diawali dengan aksi unjuk rasa oleh ratusan massa. Meski dihadang oleh anggota Sabhara Polres Tegal dengan tameng, massa yang beringas melempari dengan kantong plastik dan menendang kearah petugas. Lantaran massa semakin anarkis, polisi menerjunkan Unit K9 dan mobil water canon untuk membubarkan massa.

Massa semakin kocar-kacil setelah anggota Raimas diterjunkan sembari membawa pentungan dan sepeda motor. Sementara polisi berpakaian preman meringkus sejumlah orang yang diduga sebagai provokator.

“Simulasi ini untuk memberikan pembekalan kepada seluruh anggota untuk menghadapi situasi di lapangan. Mulai dari tahapan kampanye, pungut suara sampai penghitungan suara, kemudian dari situasi landai, aman sampai dengan tahap konflik dengan menggunakan kekuatan dan penegakkan hukum, ” kata Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto,S.I.K,. M.H usai simulasi, Rabu (19/9/2018).

Dwi Agus menjelaskan, untuk pengamanan tahapan Pemilu 2019 pihaknya menyiapkan 500 personil. Operasi pengaman dengan digelar 20 September 2018 sampai 21 Oktober 2019. “500 personil akan mengamankan TPS di wilayah hukum kami. Akan kami bagi satu personil mengamankan 4-5 TPS sesuai tingkat kerawanan masing-masing,” terangnya.

Kapolres ini menambahkan, meminta para pihak untuk bisa berkordinasi dengan pihak terkait selama masa Pemilu 2019.” Kami meminta bilamana ada pertemuan pertemuan terbatas yang digelar Caleg atau tim sukses untuk melakukan pemberitahuan ke KPU, Bawaslu maupun Sat Intelkam Polres Tegal.Kami minta untuk diberitahukan supaya kami dampingi untuk pengamanan. Karena dimungkinkan ada pelanggaran-pelanggaran Pemilu,” tegasnya. (Jaylani Iqbal/KBk)