SPDP Dugaan Korupsi Proyek Langon Kemantran Diterima Kejari Slawi, Satu Pejabat Pemkab Tegal “Jadi” Tersangka

KabarBeritaku.com, ( Slawi )- Unit Tindak Pidana Korupsi ( Unit Tipidkor) Reskrim Polres Tegal akhirnya mengirimkan SPDP penyidikan, kasus dugaan korupsi proyek jalan beton Langon- Kemantran senilai Rp. 14 miliar lebih APBD Tahun 2016, yang melibatkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal Tpk dan Pelaksana Proyek SFdn.

” Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Slawi, beberapa waktu lalu,” kata Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto, melalui Kanit Tipidkor Polres Tegal, Kamis ( 27/10/2018).

Baca Juga :Polres Tegal Segara Tetapkan Tersangka Lain Kasus “Korupsi” Proyek Peningkatan Jalan Kemantran- Langon

Baca Juga :Kejaksaan Negeri Slawi, Tahan Dua Orang Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kemantran -Langon

Menurut Ibnu, dalam proyek Pekerjaan Peningkatan Jalan Langon – Kemantran Kabupaten Tegal tahun 2016. Tpk berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Nilai kontrak proyek bernilai Rp 14.miliar lebih. Sedangkan SFdn berperan sebagai pelaksana proyek.

” Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli kontruksi dari Politeknik Negeri Semarang ditemukan selisih volume pekerjaan serta Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Jateng ditemukan penyimpangan dalam proyek pekerjaan tersebut dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 4.966.735.635 (empat milyar sembilan ratus enam puluh enam juta tujuh ratus tiga puluh lima ribu enam ratus tiga puluh lima rupiah),” terang Ibnu.

Baca Juga : Dakwaan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Langon – Kemantran

Mengenai penetapan tersangka TPk dan SFdn dalam kasus tersebut. Dia mengatakan, sesuai dengan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) maka status tersangka memang sudah disematkan kepada kedua.

“Kalau sudah ada SPDP berarti sudah ada tersangka lain, selain dua tersangka yang sudah disidangkan dalam kasus proyek jalan Langon – Kemantran,”jelasnya.

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Slawi Jaksa Muda Ricky Makado SH, MH di ruang Pidsus Kejaksaan Negeri Slawi, kepada kabarberitaku.com, membenarkan, telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan tersebut.” SPDP dua tersangka baru sudah kami terima, namun berkasnya belum kami terima,”ucapnya singkat.(Jaylani/KBk)