Lima Tersangka Oknum Wartawan dan LSM Peras Kepala Sekolah Di Pemalang “Bermodal” Laporan Polisi

0
2190
Lima tersangka di bawa petugas kepolisian Resor Pemalang untuk dimintai keteranga.(Foto:Makmur/KBk)

KabarBeritaku.com, ( Pemalang )- Lima orang oknum wartawan dan LSM diringkus gabungan tim Saber Pungli Kabupaten dan tim Penindakan Saber pungli Polres Pemalang . Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon.Lima orang tersebut diduga mengancam dan memeras sejumlah kepala sekolah di kabupaten Pemalang.

” Tim Saber Pungli Polres Pemalang menangkap lima oknum wartawan gadungan dan LSM, mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pemerasan sejumlah kepala sekolah menengah kejuruan. Modus lima pelaku tersebut melakukan peliputan tentang adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah-sekolah.Mereka yakni Lima pelaku yakni Sunardi (48) warga Palm Asri 2 Desa Perdagangan RT 5 RW 6 Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Sutrisno (46) warga Gurame, Kelurahan Widuri, Kecamatan Pemalang, Riyanto (39) warga Desa Kaligangsa Wetan, Brebes, Nawang Elin (43) warga Desa Pasaran, Kecamatan Adiwerna, Tegal, dan Aris Hadi (36) warga Desa Kaligangsa Wetan Kabupaten Brebes,” kata Wakapolres Pemalang Malpa Malacopo,SH.,SIK.,MIK, Jumat ( 30/11/2018) usai memimpin gelar perkara di Mapolres Pemalang.

Menurut Wakapolres, saat dilakukan penangkapan Rabu ( 30/11/2018) , lima orang pelaku yang mengatasnamakan LSM LPI Tipikor sedang memeras kepala Sekolah SMK PGRI 3 Randudongkal dengan cara mengancam korban melalui sms, dan apabila tidak memberikan uang maka akan dilaporkan ke penegak hukum sehingga korban menuruti apa perintah pelaku hingga akhirnya korban diminta datang kekantor AWDI untuk menyerahkan uang sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

” Dari tangan pelaku , diperoleh barang bukti 1 (satu) lembar kwitansi SMK PGRI 3 Randudongkal sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah),1 (satu) lembar kwitansi SMK PGRI 1 Taman sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), 1 (satu) lembar kwitansi SMK PGRI 2 Taman sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), 1 (satu) lembar kwitansi SMK Satya Praja 2 Petarukan sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) dan 1 (satu) lembar kwitansi SMK Nusantara 1 Comal sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), dan Uang sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), dengan total Rp. 160 juta ,selama menjalankan aksinya kurang lebih satu minggu,”ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, lanjut Wakapolres, bahwa lima tersangka ini memanfaatkan laporan polisi tentang adanya dugaan penyelewengan dana BOS di sejumlah sekolah. Laporan itu dibuat oleh Polres Pemalang, dengan bekal laporan itu para pelaku memanfaatkan surat tersebut untuk melakukan pemerasan.

“Oknum wartawan tersebut melaporkan ke Polres adanya dugaan penyelewengan dana BOS. Surat pengaduan ini digunakan sebagai dasar oleh oknum wartawan untuk memeras sekolah.Para pelaku kemudian megirimkan pesan singkat berisi ancaman kepada para kepala sekolah. “Jika korban tidak memberikan uang maka para pelaku mengancam akan melaporkan korbannya ke polisi atas dugaan penyelewengan dana BOS,” ungkapnya.

 

Wakapolres menegaskan,perbuatannya kelima tersangka ini dijerat dengan Pasal 368/ Pasal 369 Jo Pasal 65 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 9 Tahun Penjara.( Makmur/KBk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here