Walikota Jajal Mobil Listrik HABE Ev 2, Kreasi Mahasiswa Politeknik Haber Kota Tegal

0
274

KabarBeritaku.com, ( Tegal)- Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MPd mendapat kesempatan mencoba mobil listrik kreasi mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal yang diberi nama Mobil Listrik HABE Ev 2. Walikota sempat mengendarai mobil yang dibangun 12 orang mahasiswa itu keliling halaman Pringgitan Kompleks Balaikota Tegal, Selasa (4/12/2018).

Mobil listrik berbentuk gokart tersebut diperlihatkan kepada Walikota Tegal beserta jajarannya usai jajaran Poltek Harapan Bersama berudiensi di ruang kerja Walikota Tegal. Kemudian Walikota diminta untuk mencoba mengendarai mobil listrik  dengan motor penggerak Kelly Electrical BLOC Motor 2.000 watt di halaman Pringgitan.

Walikota mengatakan mensupport berbagai inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa, utama mahasiswa Politeknik Harapan Bersama. Seperti inovasi mobil listrik yang baru dicoba Walikota. Walikota mengharapkan setelah mobil listrik dikenalkan, perlu ada tindak lanjut. “Mudah-mudahan bisa dipatenkan,” harap Walikota.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Tegal yang diwakili Kasubid Penelitian dan Pengkajian, Atie Solikhati menyarankan agar para mahasiswa dapat mengikuti lomba Kreasi dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kota Tegal yang digelar setiap tahun. Tujuannya agar dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan inovasi dengan menghasilkan berbagai produk industry atau rekayasa yang potensial dan berguna bagi masyarakat.

Ketua Program Studi Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama, Agus Prihadi mengatakan dengan produksi mobil listrik pihaknya ingin mahasiswa terpacu untuk berinovasi. Saat ini sedang tren-trennya mobil listrik. Sementara bahan bakar minyak (BBM) sebagai bahan bakar konvensional jumlahnya kian menipis. Sehingga diperlukan upaya inovasi untuk mengganti sumber energi selain BBM.

Dengan mesin yang digunakan masih menggunakan produksi China, mobil listrik tersebut menghabiskan dana Rp. 32 juta dan mampu menempuh jarak 60 km dalam satu kali perjalanan dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.

“Namun kedepannya, Harber akan berupaya memproduksi mesin sendiri. Berbagai persiapan telah dilakukan, antara lain para mahasiswa mengikuti workshop untuk pembuatan motor listrik ini. Jadi kita akan rencana untuk membuat sendiri mesin motor listrik ini,” ungkap Agus optimis.

Diakui Agus, sarana yang dibutuhkan memang belum lengkap, namun pihaknya akan bekerja sama dengan Ricky Elson sebagai pelopor mobil listrik Tucuxi di Bandung.

Disebutkan Agus, mobil listrik yang dikreasi oleh mahasiswanya selain untuk mengikuti lomba. Sehingga tidak melalui tahap riset. Padahal sebaiknya dilaksanakan riset terlebih dahulu bagaimana mobil listrik ini bisa berjalan baik. Kemudian dari segi kerangka, body, itu memang harus sudah sesuai. Sebab untuk melaksanakan riset diperlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu Agus mengharapkan ada support untuk pendanaan untuk riset pembuatan mobil listrik dari pemerintah.

Tanpa melalui riset, disebutkan Agus, hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Seperti mobil listrik HABE Ev 2, body dan rangka masih tergolong berat. Diharapkan body dan rangka nantinya akan lebih ringan. Sementara baterai mobil listrik yang dibangun selama 2 bulan itu masih menggunakan empat accu kering yang masing-masing beratnya 11 kg dengan kapasitas 12 volt dan belum menggunakan bateri lithium. “Tapi ini kita langsung membuat ketika ada lomba, tanpa melalui riset,” ungkap Agus.

Mengenai prestasi, diakui Agus ada beberapa prestasi yang ditorehkan meski Harber merupakan perguruan tinggi di daerah. “Alhamdulillah Poltek Harber sebagai perguruan tinggi di daerah kami bisa berpartisipasi. Pernah juara efisiensi energy, sebagai ajang bergengsi. Kami mengalahkan UGM. Jadi boleh dikatakan Harber tidak bisa dipandang sebelah mata,” kata Agus dengan bangga.s

Selain mobil listrik, Harber juga mempunyai inovasi lain yaitu dalam rangka pengabdian masyarakat, mahasiswa diarahkan ke teknologi pedesaan atau teknologi tepat guna bermanfaat bagi petani. “Kami telah menyerahkan beberapa hasil tugas akhir mahasiswa berupa mesin pertanian. Seperti pemotong padi yang cukup inovatif, penyiram tanaman bawang dengan remote control dan lainnya,” Agus.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Mahasiswa Chumaedi, mengatakan selain membuat mesin yang berguna bagi petani, temuan-temuan mahasiswa juga dipublikasikan melalui beberapa jurnal. Antara lain di Politeknik Negeri Cilacap dan Politeknik Muhammadiyah Jakarta. Selain jurnal, untuk membangun temuan-temuan para mahasiswa diperlukan pendanaan yang diajukan. “Untuk penyiram bawang sayang sekali kita belum dapat pendanaan dari Insinas,” ungkap dosen lulusan UGM tersebut.

Spesifikasi motor penggerak Kelly Electrical BLOC Motor 2.000 watt, control penggerak Kelly Electrical Controller 4.000 watt, dimensi 222 x 130 x 130 cm, chasis pipa besi ukuran 1 ¼ “, sistem pengereman double piston bremboo double pedals, sistem suspense type vertical, sistem keamanan roll bar dan sabuk pengaman 4 titik, sistem kemudi dengan kemudi langsung Rack End Custom dan body fiber glass.(Makmur/Adv/KBk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here