Atasi “Tawuran Pelajar”, Polres Ajak Kodim 0712 Tegal Turun Tangan

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Kepolisian Resor Tegal dan Kodim 0712/ Tegal akan turun tangan mengatasi tindak kenalan pelajar. Dengan cara safari Pendidikan Karakter di sejumlah sekolah di Kabupaten Tegal. Demikian dikatakan Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto saat mendampingi kunjungan Bupati Tegal, Hj. Umi Azizah, menengok pelaku pembacokkan dan pengeroyokan di Mapolres Tegal.

 

“Kegiatan tersebut bertujuan mendidik kedisiplinan dan menumbuhkan karakter kepribadian anak yang baik, sesuai dengan norma sosial dan norma agama. Harus ada ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa di diri anak,” terang Kapolres.

 

Sebelumnya di informasikan , terjadi tawuran antar kelompok pelajar di wilayah Desa Setu, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Minggu (27/1/2019) dini hari lalu sebabkan korban meninggal dunia. Korban yang meninggal dunia yakni Dimas Nur Afandi (16), warga RT 01 RW 01 Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub.

Dimas dinyatakan meninggal dunia pagi Selasa (29/1/2019) ini, di RSI Muhammadiyah Singkil, Kecamatan Adiwerna dengan luka bacok di kepala, perut, dan punggung. Kemudian, korban lainnya, Hilmi Muhamadi (28) ‎warga Desa Karangmangu RT 09 RW 02, Kecamatan Tarub, dan Prasetyo Budi Widodo (19) warga Desa Karangmalang RT 11 RW 06, Kecamatan Kedungbanten Kabupaten Tegal diketahui mendapatkan luka tidak cukup parah sehingga tidak dilarikan ke RS.

 

Peristiwa bentrokkan antar pelajar bermula saat ketiga korban sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy G 3781 OQ. Mereka melaju dari arah barat bersama sejumlah teman-temannya. ‎Saat berada di sekitar Desa Jatirawa, Kecamatan Tarub, rombongan korban berpapasan dengan rombongan pelaku yang juga mengendarai sepeda motor. Kemudian rombongan pelaku mengerjar rombongan korban. Saat terjadi kejar- kejaran sepeda motor yang dikendarai oleh korban terjatuh.

 

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo, mengatakan, Satreskrim Polres Tegal menyita delapan Senjata Tajam (Sajam) berupa clurit, satu unit HP, dan satu bilah gergaji es. Kemudian sembilan orang pelajar yang diketahui menyerang ke tiga korban tersebut diamankan.” Dari sembilan orang yang diamankan, satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat membacok korban.Yakni tersangka TS (16), warga Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Kemudian, satu orang lainnya berinisial D (16), warga Kecamatan Dukuhturi masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena ikut membacok korban. Awalnya saling hina-menghina melalui HP dari kedua belah pihak. Para pelaku disangkakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun,”jelasnya.(Makmur/KBk)