Lelang Jabatan, 38 Pejabat Berebut Enam Posisi Kosong

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Lelang jabatan pimpinan tinggi ( JPT ) Pemerintah Kabupaten Tegal merebutkan enam posisi jabatan kosong. Tercatat ada 39 berkas pendaftar masuk ke Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ), untuk merebut enam posisi kosong. Namun terdapat salah satu peserta yang tidak lolos seleksi pada tahap administrasi. Sehingga lelang jabatan diikuti 38 orang yang akan melanjutkan ke babak selanjutnya.

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Tegal, Edi Budiyanto melaporkan bahwa setelah dinyatakan lolos berkas administrasi, selanjutnya peserta akan mengikuti seleksi uji kompetensi yang akan diadakan di Semarang pada tanggal 25 sampai 26 Februari 2019.

Menurut Edi enam posisi yang diperebutkan diantaranya adalah Jabatan Direktur RSUD dr. Soeselo , Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Asisten Administrasi Pemerintahan, serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Bupati Tegal, Umi Azizah sangat mengapresiasi dan bangga kepada para pendaftar yang mengikuti seleksi. Pasalnya dari enam posisi yang tersedia, diikuti oleh puluhan pendaftar.“Berarti masih banyak orang-orang seusia panjenengan yang optimis dan semangat mengabdi untuk negeri,” papar Umi saat acara Persiapan Pelaksanaan Tahapan Kegiatan Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Tegal Tahun 2019, di Ruang Rapat Bupati, Rabu (20/2/2019) .

Umi mengungkapkan bahwa seleksi JPT secara terbuka ini berfungsi untuk melindungi ASN dari intervensi politik, perlakuan diskriminatif, ataupun primordialisme birokrasi. Seperti senioritas, juga berfungsi membangun optimisme ASN akan masa depan karirnya secara jelas. Dikatakan Umi, dalam pemerintahan tugas yang sesungguhnya adalah mencetak kebijakan publik yang unggul dan melayani warga dengan baik. Karena empat dari enam posisi yang ada, akan bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.“Karena indikator utama pelayanan publik adalah tingkat kepuasan publik atau masyarakat,” tegasnya.

Maka dari itu, Umi menitip pesan kepada para calon seleksi JPT untuk menciptakan inovasi dan gagasan yang baru demi kemajuan Kabupaten Tegal. Jika dari diri panjenengan tidak berubah atau tidak peka akan perubahan, maka pemerintahan ini akan mati.
“Mari berpikir jauh kedepan, menangkap setiap perubahan atau pergeseran di masyarakat dengan menerapkan program kegiatan inovatifnya,” pesan Umi.(Makmur/KBk)