Penjelasan Kepala DPU Kabupaten Tegal Soal OTT Pemerasan Ratusan Juta Rupiah

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Kabar mengejutkan diterima Kepala Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ), Ir. Hery Suhartono . Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim ) Polres Tegal melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum Kepala Desa Kedungjati kecamatan Warureja , Mohammad Zaenudin (32), dan Herman alias Rizal Iskandar (36) warga Desa Grogol Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Dari tangan tersangka pihak kepolisian berhasil mengamankan uang sebesar 100 Juta Rupiah.
Hery Suhartono kepada kabarBeritaku.com, mengatakan , bahwa tidak ada pejabat dan staf PU Kabupaten Tegal yang kena OTT. Hery sendiri mengaku tidak mengetahui secara jelas peristiwa yang terjadi. ” Saya meluruskan tidak ada pejabat PU atau staf yang kena OTT, mereka dimintai keterangan sebagai saksi saja, secara jelas saya juga tahu kejadian nya kaya apa, yanglebih tahu pak Kapolres,”jelas Hery.
Hery menjelaskan pihaknya tidak bisa memastikan kasus yang membuat dirinya dipanggil sebagai saksi. Pasalnya, Hery menilai persoalan tersebut merupakan berwenang untuk menentukan kasus pidana tersebut. ” Saya hanya dipanggil sebagai saksi. Kalo soal kasus pemerasan atau penipuan itu wewenangnya polisi. Pihak polisi yang menentukan pidananya,” kata dia.
Kedua tersangka yakni , M Zaenudin dan Rizal Iskandar, lanjut, Hery, pernah menemui dirinya.Bahkan salah satu tersangka bernama Iskandar mengklaim dirinya bisa menghentikan sejumlah kasus yang sedang diincar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
” Saat keduanya menemui saya, Iskandar mengaku bisa menghentikan kasus dan meminta sejumlah uang dengan nominal besar ke saya, sedangkan satunya lagi M Zaenudin tidak mengaku sebagai apa-apa, saya juga paham bahwa . M . Zaenudin orang kabupaten Tegal,” jelasnya.

Hery berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran agar tidak percaya kepada siapapun yang berniat menipu.” Secara umum penipuan memang terjadi dimanapun, namun kejadian ini adalah pelajaran bagi semua, harus hati- hati agar tidak percaya dengan siapapun yang berniat tidak baik, pada dasarnya orang yang punya niat tidak benar jangalah, kasihan karena kami kerja dan fokus kerja kerja, kalau seperti saya prihatin juga,”pungkasnya.(Makmur/KBk)