Saat Pemkot Tegal Mendapat Kritikan, Saran dan Pujian Dalam Paripurna Persetujuan LPP APBD 2018

Kabarberitaku.com, (Tegal) – Rapat paripurna DPRD kota Tegal ke 14 masa persidangan II tahun 2019 telah dilaksanakan di gedung DPRD kota Tegal Jalan Pemuda nomor 4 kota Tegal, Senin (29/07/2019). Rapat paripurna dengan agenda Persetujuan Penetapan Raperda tentang LPP APBD Tahun Anggaran 2018 itu diwarnai dengan berbagai kritikan, saran dan pujian oleh peserta rapat anggota DPRD kota Tegal.

Salah satu anggota DPRD yang aktif memberikan kritikan dan saran yang membangun untuk Pemerintah kota Tegal yaitu Nur Fitriani, Ketua fraksi Pantura DPRD Kota Tegal. Dia mengkritisi soal Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tahun 2018. “Realisasi pendapatan daerah kota Tegal tahun 2018 sebesar Rp 987.244.236.619,- kurang dari target sebesar Rp. 57.283.467.380,- atau terealisasi 94,52 % dari target yang ditetapkan dalam APBD perubahan 2018. Sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp. 916.079.821.600,- tidak terserap sebesar Rp. 223.367.626.399,95 atau terealisasi 80,40 % dari alokasi sehingga terjadi pergeseran defisit anggaran daerah. APBD tahun 2018 setelah perubahan semula diproyeksi defisit (Rp. 95.606.428.000) pada realisasinya justru surplus sebesar Rp. 70.513.447.819,- setelah ditambahkan dengan pembiayaan netto, silpa berjalan tahun 2018 dilaporkan sebesar Rp. 165.566.574.307,-“ kata Fitriani.

Terkait meningkatnya kembali silpa tahun 2018, Fitriani menyarankan beberapa hal seperti : evaluasi menyeluruh terhadap kulitas kebijakan keuangan daerah untuk mengukur seberapa efektif serapan belanja daerah, perbaikan managemen keuangan daerah dalam pendanaan program dan kegiatan, proses perubahan APBD tahun anggaran 2019 dipercepat agar program dan kegiatan tambahan dapat dilaksanakan, melakukan monitoring yang ketat dan evaluasi per tri wulan terhadap serapan anggaran setiap OPD serta sanksi bagi OPD yang menyerapan anggaran masih rendah dan optimalisasi silpa tahun 2018 pada kas daerah agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dengan mendepositokan pada Bank yang tingkat bunganya lebih besar.

Dia juga mengapresiasi sisi akuntabilitas publik Pemkot Tegal yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).(Susilo/KBk)