Abang Tidar Nilai Fungsi Pengawasan DPR Tidak Optimal, Ini Alasannya

KabarBeritaku.com, ( Tegal )– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anak Bangsa Tiga Daerah menilai DPRD tidak maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasannya.

” Pelantikan 30 orang anggota DPRD kota Tegal periode 2019 – 2024 diharapkan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Berdasarkan UU nomor 27 tahun 2009 tentang susunan dan kedudukan MPR atau DPR serta DPD dan DPRD, menyebutkan DPRD mempunyai 3 fungsi, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. Fungsi pengawasan inilah yang kami nilai sangat lemah,”kritiknya.

Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD kota Tegal selama 1 dekade terakhir dinilai mengecewakan. “ Dua kali Walikota Tegal tertangkap KPK merupakan bukti fungsi pengawasan DPRD kota Tegal terkesan mati suri. Kalau fungsi pengawasan berjalan dengan baik, tentunya hal itu tak akan terjadi. Tentunya ini harus dipahami oleh mereka dan warga kota Tegal agar kedepan tidak terjadi hal serupa. Kami juga tak akan tinggal diam jika melihat atau mendengar ada yang mau coba coba ngakali duit rakyat dengan main proyek dan sebagainya.” Kata Edi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (21/08/2019) siang.

Terpisah Ketua DPRD kota Tegal Edi Suripno, menanggapi kritik dari LSM Abang Tidar, mengatakan, DPRD kota Tegal sudah menjalankan fungsi pengawasan dengan baik. “Silakan saja itu kan penilian orang, kami tidak bisa membatasi pendapat atau penilian seseorang. Yang jelas selama ini kita sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Bayangkan saja, saya sampai turun kejalan waktu itu, tentunya hal itu jangan sampai dipungkiri.” Terang Uyip, sapaan akrab Edi Suripno.

Terkait gagalnya wacana DPRD kota Tegal saat akan meng impeachment mantan walikota Tegal Siti Masitha saat itu, politisi asal PDIP ini mngutarakan, gejolak terjadi itu hal wajar dalam dinamika politik. “Itulah proses politik, begitu ada upaya impeachment dari DPRD , ternyata ada intruksi dengan mempertimbangkan kepentingan politik lain, ada intruksi dari pusat. Kalau sudah dari pusat, semuanya harus lautan teduh, hormat semua.” terang Uyip.(Susilo/KBk)