Dilaporkan ke Polisi, Camat Tarub Siap Hadapi Secara Hukum

KabarBeritaku.com, ( Slawi ) – Camat Tarub Munawar menyatakan kesiapannya menghadapi laporan mantan kepala desa Bumiharja , Suryoto soal dugaan pemusnahan surat suara yang sudah dicoblos dalam Pilkades Bumiharja tahap II tahun 2018. Munawar tak mempersoalkan pelaporan dirinya oleh Suryoto kepihak Kepolisian.

Bahkan Muawar mengakui, memusnahkan selisih kertas surat suara Pilkades Bumiharja dengan cara di bakar. Menurutnya, pemusnahan selisih surat suara tersebut hal biasa karena bukan dokumen negara. ” Mau di bakar atau di buang di laut tidak masalah. Dan hal itu di perbub tidak diatur cara pemusnahannya. Ini negara hukum. Silakan saja bagi pihak yang merasa dirugikan misalkan. Nanti akan saya hadapi secara hukum,” ungkap Munawar kepada kabarberitaku.com, Rabu (18/09/2019)

 

Munawar menyanyangkan tidak adanya kordinasi dari pihak Suryoto dan Penasehat hukumnya.” Saya sayangkan, laporan polisi tersebut. Seharusnya mantan kades dan kuasa hukumnya bertabayun atau kordinasi biar ada penjelasan Kronologi pemusnahan surat suara tersebut,” ujarnya.

 

Munawar juga menyangkal bahwa pemusnahan 32 lembar kertas surat suara tersebut tidak prosedur atau tanpa sepengetahuan dari pihak terkait. ” Jadi begini, sebelum kertas surat suara di buka dan hitung, panitia Pilkades dan saksi dari masing-masing calon menghendaki surat suara tersebut di cocokan dengan daftar hadir yang ada. Ternyata selisihnya 32 kertas surat suara dari jumlah yang hadir. Kemudian di buatkan berita acara dan ditandatangani bersama oleh semua panitia, panwas, dan semua saksi dari calon kades.Kemudian 32 lembar surat suara pilkades Bumiharja tidak masuk hitungan, karena sudah dianggap tidak berguna dan tidak merupakan dokumen negara. Intinya kami siap menjelaskan dan menerangkan di hadapan pihak kepolisian bilamana ada pemanggilan,” terangnya.

 

Sebagaimana Surat Tanda Terima Laporan/ Pengaduan ke Polres Tegal, pada hari Selasa ( 17/09/2019) Mantan Kepala Desa Bumiharja, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Suryoto melaporkan Camat Tarub Munawar ke Satreskrim Polres Tegal,didampingi Penasihat Hukum Putra Fajar Sunjaya, SH. Dalam laporannya, camat Tarub diduga telah memusnahkan atau membakar surat suara yang sudah dicoblos pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bumiharja tahun 2018 lalu.

Munculnya dugaan tersebut, menurut Fajar, berawal dari keterangan Plt Sekretaris Camat (Sekcam) Tarub Sunaryo saat menjadi saksi dalam sidang perkara Pilkades Bumiharja di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang,belum lama ini.

Kemudian lanjut Fajar , Plt Sekcam Tarub Sunaryo menghubungi Camat Tarub Munawar melalui telepon genggam saat pilkades berlangsung. Dalam perbincangannya, camat Tarub memerintahkan surat suara sebanyak 32 lembar itu supaya tidak dimasukkan dalam perhitungan perolehan suara pada Pilkades Bumiharja. ” Camat tersebut membakar 32 surat suara tersebut di Kantor Kecamatan Tarub. Sebagaimana diatur dalam pasal 86 Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2009, berbunyi setiap orang yang dengan sengaja memusnahkan arsip di luar prosedur yang benar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2), maka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta. Seharunya jika dibakar, harus ada saksi dari panitia pilkades, para calon kades, forkopimcam dan harus ada berita acaranya,” jelasnya.(Jaylani/KBk)