Batal Haji 2020, Dana Pelunasan Haji Bisa Diminta Kembali

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )-Kementerian Agama memberikan opsi bagi calon jemaah haji yang tertunda berangkat tahun 2020 atau 1441 Hijriah imbas pandemi corona. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal Ahmad Farhan, mengatakan, kepada seluruh calon jamaah haji Kota Tegal tahun 2020 yang gagal berangkat akibat Pandemi Covid-19 dipastikan tidak kehilangan porsi berangkat haji tahun depan.“Sebagaimana KMA No.494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan haji, merupakahn langkah terbaik pemerintah dengan membatalkan keberangkatan haji tahun ini. Untuk mencegah penularan Covid-19 agar tidak semakin meluas, untuk tahun 2020 sekitar 237 calon Jamaah Haji kota Tegal batal berangkat”kata Farkhan kepada KabarBeritaku.com, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis ( 25/Juni/2020).

Menurut Farhan, ada sejumlah alasan pemerintah melakukan pembatalan. Salah satunya jika dipaksakan berangkat akan membutuhkan biaya yang lebih mahal. Ia mencontoh, biaya menginap selama di Arab Saudi bakal lebih mahal dan ribet. “Misal satu kamar tidak boleh diisi oleh banyak jemaah saat menginap. Karena ada aturan sosial dan physical distancing, saat berangkat, ada sejumlah protokol kesehatan yang harus dijalankan dan membuang banyak waktu. Salah satunya para jemaah yang baru datang akan menjalani karantina selama 14 hari dari 24 hari perjalanan jamaah selama di Arab Saudi,”kata Farkhan.

Read More

Untuk biaya yang sudah dilunasi oleh Calon Jamaah Haji (CJH), Farkhan menjelaskan, calon jamaah haji yang sudah melunasi biaya haji namun tak jadi berangkat tahun ini, otomatis menjadi jamaah haji tahun depan. Calon Jamaah Haji bisa diberangkatkan pada musim haji 1442 Hijriyah atau 2021. Namun, lanjut Fakhan, jamaah haji yang batal berangkat tahun ini juga bisa meminta pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) kembali. Menag mengatakan, bila jemaah membutuhkan uang tersebut, dana bisa ditarik, dan ini menjamin tidak mengurangi porsi Jamaah haji yang telah melunasi biaya perjalanan haji uang ditarik tetap punya hak menjadi jamaah haji tahun 1442 hijriah atau 2021 mendatang. Namun saat akan berangkat harus melunasi kembali Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, sedangkan bagi yang tidak mengambil biaya jamaah haji juga tetap mendapatkan porsi berangkat di tahun depan,” kata Farhan.

Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020, tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji. Dalam KMA itu juga dijelaskan mengenai cara pengambilan uang pelunasan Bipih. Untuk calon jemaah haji reguler, cara mengurusnya dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran kepada Kementerian Agama di Kabupaten/Kota masing-masing. Dalam permohonan pengambilan uang pelunasan itu, turut dilampirkan bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh bank penerima setoran (BPS) Bipih. Kemudian, bawa juga fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama calon jemaah haji, fotokopi KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Setelah data pemohon masuk, kepala seksi yang membidangi urusan penyelenggaraan haji dan umroh di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten/Kota akan memverifikasi dokumen yang ada. Apabila dinyatakan lengkap, data akan diinput ke dalam aplikasi sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat) dan statusnya masuk pada pembatalan setoran pelunasan haji.(MM/KBk)

Related posts