Defisit APBD Kota Tegal “Dipatok” Rp 146 Miliar Pada Tahun 2021

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) Pemkot Tegal akan mengalami defisit Rp.146 miliar lebih pada 2021. Pandemi Covid-19 dinilai masih akan memberikan dampak pada keuangan daerah 2021.

Dari Raperda APBD 2021 yang dirumuskan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tercatat pendapatan daerah sebesar disampaikan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Rancangan APBD Kota Tegal tahun anggaran 2021 telah disepakati Pendapatan Daerah sebesar Rp.1.102.534.748.000,- terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.372.133.887.000,- dan Pendapatan Transfer sebesar Rp.701.323.661.000,- serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.29.077.200.000,-.

Read More

Sedangkan untuk belanja daerah sebesar Rp.1.249.049.270.040,- yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp.1.091.833.058.441,- dan belanja modal sebesar Rp.132.916.211.599,- serta belanja tidak terduga sebesar Rp.24.300.000.000,-. Pada APBD Tahun Anggaran 2021 terjadi defisit anggaran sebesar Rp.146.514.522.040,- sedangkan untuk penerimaan pembiayaan sebesar Rp.157.262.522.040,- dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.10.748.000.000,-.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro menyampaikan setelah Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Tegal tahun anggaran 2021 mendapat persetujuan DPRD Kota Tegal, masih ada tahapan yang harus dilakukan yaitu tahap evaluasi Gubernur Jawa Tengah.

Sementara dalam kesempatan tersebut DPRD Kota Tegal mensetujui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Tegal Tahun 2021 dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Tegal tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tegal Tahun Anggaran 2021 untuk menjadi Perda Kota Tegal.

Persetujuan DPRD Kota Tegal diambil dalam Sidang Paripurna, Senin (23/11) di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Tegal yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro. Hadir Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, Sekda Kota Tegal Johardi, Jajaran Forkopimda, para Wakil Ketua dan anggota DPRD, Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Tegal

Propemperda yang disetujui sebanyak 16 Raperda. ke-16 Propemperda tersebut antara lain Raperda tentang Penataan Pedagang Kaki Lima, Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Raperda tentang Penanggulangan Tuberkulosis, Raperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2019 Tentang RPJMD 2019-2024.
Selanjutnya Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Menara Telekomunikasi, Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penataan Dan Pembinaan Toko Eceran, Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Swalayan, Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.
Kemudian, Raperda tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum, Raperda tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha, Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Dan Retribusi Tempat Pelelangan Ikan, Raperda tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Lalu, Raperda tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tegal.(Makmur/DB/Kbk)

Related posts