Berikan Alat Pel, Pedagang Kaki Lima Beri Dukungan Kejaksaan Usut Kasus “Korupsi” di Kota Tegal

  • Whatsapp
Pedagang Kaki Lima yang tergabung dalam Orpeta memberikan alat pembersih PEL kepada Kejaksaan Negeri Kota Tegal.( Foto: Dok Istimewa)

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Organisasi Pedagang Kaki Lima mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal dan memberi alat pembersih lantai atau pel sebagai simbol dukungan pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Kota Tegal,Rabu (17/2/2021).

Ketua Orpeta, Edy Kurniawan memberikan sebuah pel bersih dan diterima langsung Kepala Kejari Tegal Jasri Umar.Menurut pria yang akrab disapa Edy Bongkar, Pedagang Kaki Lima mendukung penuntasan kasus dugaan korupsi yang kini sedang ditangani Satuan Tugas Tipikor Kejari Tegal. “ Kedatangan para pedagang kaki lima yang tergabung dalam Orpeta untuk memberikan dukungan langsung ke Kejari untuk mengusut adanya dugaan kasus korupsi di Kota Tegal.” katanya.

Read More

Sementara di hadapan para Pedagang Kaki Lima , Kepala Kejari (Kajari) Tegal Jasri Umar,SH,MH mengatakan, Kejaksaan Negeri kota Tegal masih dalam tahap penyelidikan sesuai dengan peraturan yang ada. “ Kemungkinan Kamis besok nanti akan kita sampaikan terkait 4 perkara ke publik. Apakah kita lanjutkan ke proses penyidikan, atau dihentikan. Tunggu nanti,” kata Jasri.

Jasri meluruskan , bahwasannya empat dugaan kasus korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan murni dari adanya laporan masyarakat, bukan karena ada motif pribadi.” Tidak ada sakit hati, empat kasus dugaan korupsi adanya laporan dari masyarakat di bulan November- Desember tahun 2020, penyelidiki perkara ini bukan serta merta karena sakit hati atau apapun, itulah alasan dibentuk tim satgas tipikor,” tegasnya Jasri.

Seperti diberitakan, sejak awal Januari 2021 Kejaksaan Negeri kota Tegal membentuk Satgas Tipikor Kejari Tegal. Kejaksaan Negeri Kota Tegal tengah menyelidiki 4 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan masyarakat. Keempat kasus dugaan korupsi untuk empat proyek di Satuan Kerja di Pemerintah Kota Tegal pada tahun proyek 2019-2020. Laporan masyarakat mulai dari proyek Alun-alun dan Taman Pancasila, dugaan penyelewengan bantuan COVID-19 dan Proyek pembangunan GOR Tegal Selatan.

Dukungan penanganan kasus korupsi kepada Kejaksaan Negeri Kota Tegal terus mengalir dari sejumlah pihak. Sebelumnya dukungan tersebut datang dari Aliansi Kerakyatan Anti Korupsi dan Peradilan Bersih (AKAR) Jawa Tengah, Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Organisasi Pedagang Kaki Lima Kota Tegal.(Makmur/KBk)

Related posts