Penghitungan Surat Suara Pilkada kota Tegal Di tingkat Kecamatan Nyaris Ricuh

  • Whatsapp

Kabarberitaku.com, ( Tegal)- Proses perhitungan surat suara Pilkada Kota Tegal ditingkat kecamatan nyaris ricuh. Kericuhan dipicu karena kotak surat suara pemilihan Wali Kota dan wakil wali kota Tegal di temukan kosong tidak ada isinya surat suara , selain itu ditemukan kotak suara tidak bersegel.

Informasi yang dihimpun kabarberitaku.com, agenda rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan kecamatan Tegal Timur ( PPK) dan PPK kecamatan Tegal Barat terjadi kericuhan dan protes dari pendukung paslon wali kota dan Wakil Walikota Tegal nomer 4 , kotak suara Pilkada kota Tegal dari TPS 1 Kelurahan Panggung yang dikirim ke Kecamatan Tegal Timur dalam kondisi kosong, terdapat dua kotak suara tidak bersegal. Sementara protes juga terjadi di kecamatan Tegal Barat, protes dilayangkan dari salah satu pendukung paslon yang menduga kuat ada 35 nama pemilih dalam pilwalkot Tegal tidak dikenali.

Read More

Ketua KPU Kota Tegal Agus Wijonarko mengatakan, kejadian tersebut berawal saat petugas PPK membuka kotak suara dari TPS 01 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.”Tapi pas dibuka kotak suara yang Pilwalkot kosong. Ternyata surat suaranya dimasukkan ke kotak suara Pilgub,” kata Agus di Kecamatan Tegal Timur, Jawa Tengah, Sabtu (30/06/ 2018).

Ia pun menilai insiden ini hanya kesalahpahaman. Meskipun sempat ada protes dari saksi pasangan calon nomor 4 namun pihak PPK sudah menjelaskannya.Ia pun menilai insiden ini hanya kesalahpahaman. Meskipun sempat ada protes dari saksi pasangan calon nomor 4 namun pihak PPK sudah menjelaskannya.”Ini kan bukan masalah subtansi. Tapi silakan kalau saksi protes. Kan sudah ada lembar formulir buat mencatat protesnya,” katanya.

Ia pun memastikan bahwa tidak ada suara yang hilang atau kurang dalam insiden ini. Kapolres Tegal Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Jon Wesley yang mendapatkan kabar adanya ketegangan di penghitungan suara tingkat kecamatan langsung menuju lokasi. Ia pun meminta masyarakat untuk tenang dan tak bertindak main hakim sendiri.

“Semuanya bisa dimusyawarahkan dan bicarakan. Ini kan hanya salah paham. Jika memang ada protes silakan salurkan sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.(Makmur/Kbk)

Related posts