Simulasi Pemilu 2019, Tiga Anggota Polres Tegal Terluka Digigit Anjing K9

  • Whatsapp
Pasukan anjing K9 mengejar pengunjuk rasa yang berbuat anarkis.(Foto:Jaylani Iqbal/ kabarberitaku.com)

KabarBeritaku.com, ( Slawi )- Sebanyak tiga anggota Polres Tegal mengalami luka akibat digigit angjing K9 Sabhara saat mengikuti simulasi penanganan kerusuhan massa pada Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Tegal,Rabu (19/9/2018) sekitar pukul 09.20 WIB di jalan Aip KS Tubun, Slawi, Kabupaten Tegal, depan Mapolres Tegal.

Pantuan kabarberitaku.com dilokasi simulasi, tiga anggota Polres Tegal digigit anjing K9 Sabhara saat ketiga anggota Polres Tegal, yakni Aiptu Ephis, Polsek Margasari, Brigadir Sadiat, dan Kabag Ops AKP Aries Heriyanto, saat pengamanan massa yang mulai anarkis.Bahkan salah satu dari tiga anggota Polres Tegal yang digigit anjing K9 Sabhara Polres Tegal mengalami luka robek pada bagian tangan.

Read More

Terkait tiga anggota Polres Tegal yang mengalami luka akibat digigit anjing K9 dalam simulasi, Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto, menegaskan, bahwa simulasi dibuat seperti keadaan nyata dan bukan di rekayasa.” Adanya tiga anggota kami mengalami luka digigit, bukti bahwa simulasi ini dibuat sesuai dengan kondisi nyata, ya ini merupakan sebuah resiko dari pekerjaan,” kata Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto,S.I.K,. M.H usai simulasi, Rabu ( 19/08/2018).

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menegaskan, kerusuhan dalam simulasi masih belum seberapa bila dibandingkan dengan suasana asli kerusahan dalam aksi demo yang kemungkinan bakal terjadi pada Pemilu 2019 mendatang.” Kita harus siap dengan segala situasi, jangankan digigit anjing, dilempar batu pun kita harus siap. Jika dilihat tadi pasukan anjing K9 dari Sabhara sampai mengigit menunjukan bahwa K9 itu memang mempunyai insting dan menghayati situasinya,”ujar Kapolres.

Dengan Simulasi ini, kata Kapolres dapat memberikan pembekalan kepada seluruh anggota untuk menghadapi situasi di lapangan. Mulai dari tahapan kampanye, pungut suara sampai penghitungan suara, kemudian dari situasi landai, aman sampai dengan tahap konflik dengan menggunakan kekuatan dan penegakkan hukumdi. (Jaylani Iqbal/KBk)

Related posts