Puluhan Wali Murid SDIT Al Furqon “Protes” Katering Basi

KabarBeritaku.com, (Slawi )- Sejumlah wali murid kelas 1 hingga 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat (9/8/19) . Melakukan aksi protes kualitas makanan katering bagi anak-anaknya dinilai tidak layak dimakan bahkan basi.

Pantuan KabarBeritaku.com, sekitar 30 orang lantas membubuhkan tandatangan pada spanduk. Hal tersebut dilakukan sebagai sikap membuat petisi protes terhadap pelayanan katering sekolah.” Ini kami lakukan dengan alasan sebagai bentuk protes, sebab pada Kamis (8/8/19) anak-anak kami makan katering lauk lele yang basi, baunya juga menyengat pas dibuka,” kata Yani salah satu wali murid Yani.

Para Wali Murid, lanjutnya, juga memprotes kebijakan sekolah dengan mewajibkan seluruh anak didik memakam katering saat di sekolah. Hal ini menyebabkan wali murid dan anak – anak tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar .“ Pihak sekolah bersikeras siswa diwajibkan memakan katering dari sekolah. Padahal kan kualitasnya belum baik,”ujarnya.

Diperoleh keterangan pengelolaan katering SDIT Al Furqon dipisah dua yakni kelas 1 hingga 3 dan kelas 4 hingga 6. Masing-masing dikirim oleh pembuat katering yang berbeda-beda. Namun para wali murid menilai kualitasnya jauh berbeda. Diketahui kelas – hingga 3 mendapatkan katering yang dinilai basi saat Kamis (8/8/19).Menurut para wali murid sudah meminta kejelasan akan persoalan katering basi kepada pihak sekolah. Tapi keterangan mereka seolah tidak menghargai masukan dan kritik dari para wali murid. Para wali murid juga menilai pihak sekolah tidak trasparan dengan SPP sebesar Rp.400 ribu/bulan katering sebagai ajang bisnis pihak sekolah. Bahkan dalam 14 hari ada 31 siswa yang sudah pindah lantaran ketidakpuasan dengan manajemen dari SDIT.

Dikonfirmasi setelah aksi, Kepala SDIT Al Furqon Abu Hasan Sadili mengaku meminta maaf atas kejadian tersebut. Kejadian tersebut,Menurut Hasan katering basi diklaim karena persoalan resep makanan saja. “ Ya hanya resep saja, seperti sayur SOP yang kecut, terus tempe bacem, biasa menu menu tersebut kan resepnya tidak kita kenal, sehingga rasa kecut dianggap basi,” katanya.

Untuk persoalan ini, lanjutnya, pihak sekolah akan melakukan evaluasi baik pengelolaan dan penyajian kateringnya.“ Kita aakn bagikan angket pada Senin depan . Dengan banyak wali murid yang mengikuti akan lebih baik dan cepat. Jadi katering akan dihentikan sementara,” pungkas Hasan.(Jaylani/KBk)