Urus Sertifikat, Warga “Ngamuk” Di Balai Desa Jatibogor

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Merasa dipermainkan oleh panitia Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL ),Seorang warga Desa Jatibogor Kecamatan Surodadi , Kabupaten Tegal mengamuk di kantor balai desa setempat, Senin (11/11/2019).

Pantuan KabarBeritaku.com, peristiwa bermula saat warga bernama Harjo, menanyakan kepada pantia PTSL dalam acara rapat klarifikasi biaya pengurusan sertifikat tanah melalui program PTSL tahun 2018 yang diketahuinya gratis. Namun pihak panitia PTSL membebankan biaya sertfikat masal melalui PTSL kepada warganya dari Rp. 1,5 sampai 2 juta/bidang/warga.

 

Suasana semakin memanas saat pertanyaan Harjo dibalas oleh salah seorang panitia PTSL dengan tuduhan bahwa pertanyaan Harjo untuk mencari kesalahan. Tidak terima Harjo dituduh mencari kesalahan panitia PTSL terjadi adu mulut hingga Harjo mengamuk dan membanting kursi. Beruntung salah seorang anggota Pemuda Pancasila ( PP ) desa Jatibogor melerai kedua belah pihak sehingga tidak terjadi kericuhan yang meluas.

Anggota Pemuda Pancasila desa Jatibogor Harry, mengatakan, ratusan warga berkumpul di kantor balai desa Jatibogor mayoritas tidak paham program Prona melalui program PTSL. Oleh karena itu lanjut Harry, ada warga yang menayakan komponen pembiayaan apa saja pada program PTSL ini yang ditanggung warga. ” Ya tadi ada kericuhan, berawal ada warga menayakan kejelasan biaya yang dikeluarkan untuk program PTSL. Wajar jika warga menayakan kejelasan biaya yang dikeluarkan, harusnya panitia PTSL bisa menjelaskan uang tersebut sesuai aturan untuk apa saja, bukan menuduh warga mencari cari kesalahan,”ujarnya.

Sementara, kepala desa Jatibogor Wahyudin saat akan dikonfirmasi terkait persolan tersebut tidak berada di tempat. (Jaylani/KBk)