Buka Usaha di Atas Jam 9 Malam, Pemilik Cafe Di Kabupaten Tegal ditegur Satpol PP

  • Whatsapp

KabarBerita.com, ( SLAWI )- Tim Satuan Pamong Pradja Pemerintah Kabupaten Tegal menegur sejumlah pemilik kafe yang melayani konsumen di atas jam operasional yang nekat beroperasional di atas pukul 21.00 WIB. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal Suharinto mengatakan,masa tanggap darurat pandemi Covid-19 ini. Pengusaha kedai kopi, warung angkringan dan usaha lainnya yang sejenis diizinkan melayani pembeli untuk dikonsumsi di tempat sampai dengan pukul 21.00 WIB. Selebihnya, hingga pukul 23.00 WIB hanya melayani pesan antar atau pembelian dengan cara dibungkus.

“Selain tetap harus mematuhi protokol kesehatan, pembatasan jam operasional ini menjadi salah satu upaya mencegah terjadinya kerumunan. Ketentuan ini telah diatur dalam surat Bupati Tegal kepada pedagang angkringan, lesehan dan paguyuban warung kopi,” kata Suharinto saat menggelar giat patroli penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan pada Sabtu (13/6/2020) malam. .

Read More

Inspeksinya ke kedai kopi di wilayah Pangkah dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat. “Merespon pengaduan masyarakat, kami sebagai bagian dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 pun mengarahkan giat patrolinya ke sini dan benar kita jumpai kedai kopi yang tidak mengindahkan peraturan Pemda,” ujarnya.

Suharinto menambahkan, sejak ditetapkannya status darurat Covid-19, upaya pendisiplinan warga dan pelaku usaha pun terus digencarkan. Tidak sedikit pelanggaran protokol kesehatan yang ditemukan. Sejauh ini, pihaknya masih memberikan teguran lisan atas setiap pelanggaran. Jika masih membandel, maka peringatan secara tertulis bisa kenakan sebagai tahap lanjutan untuk pengenaan sanksi berikutnya. Tujuannya adalah agar masyarakat, termasuk pelaku usaha bisa saling menjaga, mencegah terjadinya transmisi virus Corona.

“Pemilik usaha kuliner di masa pandemi harus bisa menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan sarana tempat cuci tangan, pembatasan jumlah pengunjung karena adanya pengaturan jarak atau physical distancing. Kami tidak melarang mereka untuk berjualan asalkan protokol kesehatannya dipatuhi, termasuk penggunaan masker bagi pembeli, terlebih mereka yang melayani pembeli bisa dilengkapi dengan face shield,” katanya.

Sebelumnya, Suharinto bersama jajaran Satpol PP sempat menertibkan warga di seputaran Alun-Alun Hanggawana Slawi yang tidak mengenakan masker dan meminta mereka yang tidak membawa masker untuk pulang. “Sesungguhnya ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah saja, masyarakat juga harus sadar dan jangan menyepelekan protokol kesehatan. Jika semua patuh dan sadar, insyaAllah Kabupaten Tegal akan aman dari virus Corona dan pertumbuhan kasusnya bisa ditekan,” pungkas Suharinto(Jaylani/KBk)

Related posts