KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Puluhan aktifis, Mahasiswa dan Pedagang Kaki Lima melakukan aksi menolak proyek pekerjaan fisik penataan Jalan Ahmad Yani Kota Tegal jawa Tengah. Mereka menggelar aksi damai dengan menduduki kawasan jalan ahmad Yani untuk menghalau pekerja proyek yang direncanakan kembali akan mulai melakukan pekerjaannya pada Senin 20 September 2021..
Sekretaris Paguyuban Pedagang Lesehan dan Kaki Lima Jalan Ahmad Yani, Theocracy mengatakan, pedagang menolak karena proyek revitalisasi dilakukan tanpa sosialisasi dan kajian yang matang sehingga berdampak ke pedagang. Aksi menghalau pelaksanaan proyek City Walk seperti Malioboro adalah bentuk dari protes para pedagang kaki lima dan sejumlah elemen aktifis serta mahasiswa..
Menurut Theo, dalam audiensi antara pedagang dengan Pemkot yang difasilitasi DPRD juga direkomendasikan agar pelaksanaan proyek fisik ditunda sampai ada kejelasan.” “Kami dengan tegas menolak pembangunan revitalisasi itu. Karena akan berdampak ke semua pedagang di Jalan Ahmad Yani, apalagi setelah audiensi antara pedagang dengan Pemkot yang difasilitasi DPRD juga direkomendasikan agar pelaksanaan proyek fisik ditunda sampai ada kejelasan.” kata Theo.
Sementara juru Parkir di jalan Ahmad Yani, Bambang mengatakan, sependapat dengan pedagang kaki lima jalan ahmad Yani , menolak adannya proyek revitalisasi Jalan Ahmad Yani, dikarenakan masyarakat sekitar yang mata pencahariannya menjadi juru parkir dikhawatirkan akan kehilangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.” Yang jelas menolak juga, karena akan berdampak dan mensengsarakan pada puluhan juru parkir di kawasan jalan ahmad Yani, karena menjadi juru parkir di kawasana jalan ahmad yani sudah menjadi bagian dari mata pencaharian warga sekitar,”ucapnya.
Aksi menghalau pelaksanaan proyek City Walk di Jalan Ahmad Yani yang menelan anggaran dari APBD Pemkot Tegal sebesar 12 milyar lebih ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian resort Tegal Kota.(Makmur/KBk)







