Sinergitas DPRD dengan Pemkab Tegal Lebih Intensif Dalam Sistem SIPD

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( SLAWI )- Fraksi Gerindra DPRD Kabupapaten Tegal kritik dan pertanyakan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) online apakah menjadi tolak dalam program kegiatan pembangunan. Fraksi Gerindra menilai Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) masih memunculkan sejumlah kendala teknis.

“ Apakah SIPD sudah dapat menjadi tolak ukur dalam tata cara perencanaan dan pengganggaran pembangunan daerah? Fraksi Gerindra menanyakan dan mengkritik hal tersebut. Adanya sistem baru yakni Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), diakui adalah hal baru yang masih harus dipelajari. Bahkan, komunikasi yang intensif mengenai sistem baru ini sangat diperlukan, agar sinergitas dengan Pemkab lebih baik kedepannya,” kata ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tegal, Ninik Budiarti,S.M,M.M kepada kabarberitaku.com belumlama ini.

Read More

Ninik menyebut, permasalahan teknis dan mekanisme pada input di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Sehingga mengakibatkan terhambatnya program kegiatan pembangunan.“ Sekali lagi , Kenapa Gerindra menanyakan SIPD apakah menjadi tolak ukur pembangunan?? , Ya karena Sistem baru SIPD membuat lambat dan masih ada perencanaan program pembangunan yang belum masuk di sistem, sehingga mengakibatkan antara perencanaan program kegiatan pembangunan yang digagas DPRD melalui reses atau serap aspirasi menjadi kendala tersendiri. Karena dalam option isiin di aplikasi tidak mencakup semua persoalan yang ada di masyarakat dan masih banyak kendala-kendala lainnya.” paparnya

Politisi asal Gerindra ini berharap, OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal harus bersinergi bersama-sama dengan DPRD sebagai representasi masyarakat Kabupaten Tegal dalam prioritas program pembangunan.” Perlunya sinergitas DPRD dengan Pemkab agar lebih Intensif dalam Sistem SIPD, Sehingga perencanaan pembangunan daerah untuk periode lima tahun kedepan agar program kegiatan pembangunan daerah untuk periode lima tahun kedepan berjalan efektif dan efesien. Oleh karena itu diperlukan perencanaan pembangunan yang disusun secara sistimatis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap perubahan,” ujar Ninik.(Makmur/KBk)

Related posts