Viral Joget Wali Kota Tegal, Aktifis Gelar Diskusi Publik Unsur Pelanggaran Kode Etik

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Sejumlah elemen dari berbagai kalangan aktitifis, LSM dan Mahasiswa  menggelar saresehan publik masyarakat peduli Tegal, dengan tema  “Kejadian Viral Joget Walikota Tegal Apakah Ada Unsur Pelanggaran Kode Etik?” di cafe Intan’ Q Kopi Jalan Sumbodro, Kota Tegal, Sabtu 21 Januari 2023 petang.

Acara  dipandu , Arisandi Kurniawan dengan melempar pertanyaan kepada tamu undangan yang hadir , apakah benar ada kode etik yang telah dilanggar ??

Read More

Salahsatu peserta sarasehan publik yang juga  aktifis mahasiswa dari UPS Roberto  mengatakan, acara sarasehan merupakan dialog publik ini  bertujuan untuk mendiskusikan tentang pandangan apakah viralnya joget wali kota Tegal tersebut ada unsur melanggar kode etik .” Ya sarehan ini untuk mendiskusikan apa yang dilakukan oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono itu melanggar unsur kode etik. Apalagi yang bersangkutan merupakan seorang public figur,”kata Roberto.

Dari pantuan KabarBeritaku.com, sejumlah kalangan tersebut mengemukan Lembaga DPRD Kota Tegal diminta bersikap tegas memanggil dan mengklarifikasi Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono terkait viralnya aksi joget “seronok” di pentas dangdut saat malam pergantian tahun 31 Desember 2022 lalu.

Menurut salahsatu aktifis masyarakat kota Tegal , Fauzan Jamal bahwa yang berwenang mengadili pelanggaran kode etik seorang wali kota Tegal lembaga DPRD. Fauzan Jamal menilai aksi Dedy Yon berjoget “seronok” di pentas dangdut itu tidak sekedar melanggar kode etik, tetapi juga melukai perasaan publik Kota Tegal.”Sudah jelas ada etika yang dilanggar oleh Kepala Daerah dan mestinya lembaga DPRD dapat bersikap tegas dengan memanggil Dedy Yon untuk diklarifikasi, kalaupun ada sanksi, maka harus diberikan sanksinya. Jangan diam saja melihat hal itu,” ujar Fauzan Jamal.

Sementara seorang mantan wartawan yang juga dikenal sebagai budayawan dan seniman Gus Lutfi AN menilai, membahas apa yang dilakukan oleh Wali Kota Tegal  Dedy Yon pada pentas malam tahun baru tidak penting untuk dijadikan pembahasan, hal itu disebabkan  hoby bagi seorang Dedy Yon.” Jika dilihat dari dengan “budaya”, apa yang dilakukan oleh Dedy Yon  di kampung kelahirannya  joget dan saweran itu dianggap hal biasa. Dedy Yon hanyalah berusaha ingin total dalam menghibur rakyat,” ujar Gus Lutfi.

Menurut Lutfi , seperti itulah seorang Dedy Yon bisa mendekati rakyatnya, sebab siapa tahu itu adalah strategi Dedy Yon  dalam rangka mencari simpati rakyat untuk modal maju lagi dalam pencalonan Walikota Tegal tahun 2024 mendatang.”Hari gini kok bicara etika, saya menilai acara  diskusi ini  menghakimi Dedy Yon,  saya rasa kurang etis karena tidak mengundang yang bersangkutan, ini kan tidak etis, namanya pengadilan in absentia. Seharusnya jika mau menggelar diskusi itu membahas  anggaran APBD. Sebab, APBD 2023 perlu disoroti karena dari total APBD 1,2 Triliun , belanja publik nya hanya sekitar 20 persen dan yang besar justru belanja aparatur pemerintahannya,”tandasnya.

Gus Lutfi menilai Dedy Yon merupakan salahsatu Wali Kota Tegal yang berhasil menata kawasan jalan pancasila dan alun- alun. ” Dedy Yon mengukir sejarah. Zaman Walikota M Zakir, membuat kebijakan bikin kios- kios di situ, era Adi Winarso, Ikmal Jaya, Siti Mashita maupun Nursholeh, tidak sanggup menertibkan kekumuhan yang terjadi, Dedy Yon sanggup melaksanakan penertiban itu, itulah hebatnya,” tegas Gus Lutfi.

Sementara,salahsatu Ustad asal pesayangan Kabupaten Tegal Syarifudin mengatakan, viralnya joget wali kota Tegal Dedy Yon Supriyono adalah tanggung para ulama setempat.” Yang paling bertanggung jawab dalam kasus joget seronok Walikota Tegal adalah para ulama.” Kita tahu di kota Tegal terdapat banyak ulama hebat, bahkan bernaung di dalam lembaga besar seperti NU dan Muhammadiyah, mengapa mereka tidak berani bicara atas nama lembaganya untuk mengingatkan Dedy Yon.Dedy Yon berjoget ria sedangkan di Masjid Agung saat itu sedang ada majelis pengajian, saya menilai sebagai tindakan dzolim,”ujarnya.(Makmur/KBk)

 

 

Related posts