KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen di Kota Tegal menggelar aksi damai dan mimbar bebas di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tegal atau kawasan Balai Kota Lama, Jumat sore (27/2/2026).
Aksi berlangsung tertib dengan membawa sejumlah tuntutan. Mulai dari realisasi anggaran pendidikan 20 persen APBN, reformasi Polri, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan guru honorer, evaluasi program Makan Bergizi Gratis atau MBG, hingga persoalan tata kota dan lingkungan. Presiden Mahasiswa UPS Tegal, Muhammad Al Talarik Gemilang, menegaskan isu pendidikan menjadi perhatian utama. Ia menilai pelaksanaan program MBG belum memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan.
Mahasiswa juga menyoroti menu MBG di sejumlah sekolah yang dinilai belum memenuhi standar gizi. Mereka mencontohkan adanya pembagian menu berupa nasi ponggol yang dianggap lebih berorientasi pada rasa kenyang dibandingkan pemenuhan gizi seimbang bagi siswa.
Selain itu, mahasiswa kembali mendesak reformasi Polri agar berjalan nyata, serta meminta aparat lebih tegas dalam menangani peredaran narkoba di wilayah Tegal, Brebes, dan Pemalang.
Isu lingkungan turut menjadi sorotan. Mahasiswa menilai kondisi geografis Kota Tegal sebagai daerah hilir membuatnya rawan banjir dan membutuhkan penanganan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dugaan praktik penambangan dan pembalakan liar juga disebut berdampak pada kerusakan lingkungan.
Aksi mendapat pengawalan aparat TNI, Polri, dan Satpol PP. Sejumlah pimpinan DPRD Kota Tegal bersama Sekretaris Daerah Kota Tegal hadir menemui massa dan menandatangani daftar tuntutan sebagai bentuk penerimaan aspirasi.
Aksi kemudian ditutup dengan doa dan buka puasa bersama. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif. ( Tosin Akbar/ KBK)







