KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Pemilik kafe Rumah Kopi menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Tegal Kota, Kamis (7/5/2026), terkait dugaan aksi perusakan dan penganiayaan yang terjadi di lokasi usaha tersebut pada 22 April 2026 dini hari.
Peristiwa itu sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah kafe yang berada di Kota Tegal didatangi puluhan pemuda beratribut yang diduga menyerupai organisasi masyarakat atau ormas sekitar pukul 00.23 WIB.
Kuasa hukum pihak kafe, Agus Wijanarko, mengatakan pihaknya telah melaporkan dugaan tindak pidana perusakan dan penganiayaan tersebut ke Polres Tegal Kota. Laporan itu telah diterima dan kini masih dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian. Menurut Agus, insiden bermula saat kafe milik kliennya hendak tutup pada dini hari. Namun, sekitar 15 orang datang secara berkelompok dan diduga melakukan tindakan perusakan terhadap sejumlah fasilitas kafe. Selain itu, manajer Rumah Kopi juga disebut mengalami penganiayaan dalam kejadian tersebut. “Klien kami merasa sangat terganggu dan dirugikan. Selain perabotan rusak, para karyawan juga mengalami ketakutan karena adanya intimidasi dan ancaman untuk menutup usahanya,” ujar Agus.
Akibat kejadian itu, manajer kafe mengalami luka-luka dan telah dimintai keterangan sebagai saksi korban oleh penyidik. Pihak owner juga turut melaporkan kerugian material akibat kerusakan fasilitas di area usaha. Agus berharap aparat kepolisian dapat menangani perkara tersebut secara profesional, terbuka, dan tegas terhadap aksi main hakim sendiri yang dinilai meresahkan masyarakat maupun pelaku usaha.” Tindakan perusakan dan penganiayaan yang mengatasnamakan ormas jelas merupakan tindak pidana dan sangat meresahkan para pelaku usaha,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyerahkan rekaman CCTV kepada penyidik sebagai barang bukti guna membantu proses pengungkapan kasus. Menurutnya, polisi juga telah bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah bukti serta memanggil para saksi untuk dimintai keterangan. “Hari ini ada dua saksi dipanggil untuk dimintai keterangan. Sebelumnya dua saksi korban juga sudah diperiksa. Kami berharap penyidik bergerak cepat mengungkap para pelaku,” pungkasnya. ( Tosin Akbar /Kbk) .







