Kesal Bau dan Cemari Lingkungan , Warga Desak Bupati Tegal Tutup Pabrik Pengolah Limbah B3

0
239
Bupati Tegal, Umi Azizah bersama warga dan SKPD terkait meninjau lokasi pembakaran kapur di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari.(Foto:Jaylani/KBk)

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Buntut bau limbah yang menyengat dan menganggu warga. Ratusan warga di kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, menggeruduk pabrik pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), PT ATS Nugratama,PT Putrosidobiso‎ dan PT Karya Nusa Bumi Persada.Selasa ( 15/01/2018).

Tidak hanya menimbulkan pencemaran udara limbah B3 ini juga mencemari sumur warga sekitar. Ratusan warga ini meminta Bupati Tegal Umi Azizah yang datang kelokasi aksi warga untuk memnutup pabrik penampungan dan pengolahan limbah. Bahkan saat Umi Aziah mengecek bak penampungan limbah terlihat kosong namun masih menimbulkan bau menyengat, sehingga bupati dan warga harus menutup hidung dengan masker dan kain.

 

Menurut seorang warga RT 04/ RW 08 Desa Karangdawa, Maliki (30) , keberadaan pabrik penampungan dan pengalohan limbah B3 menganggu warga karena mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, warga meminta agar Bupati Tegal menutup pabrik- pabrik tersebut.” Kami berharap Bupati Tegal dapat menutup pabrik limbah B3 tersebut, karena sudah berdampak tidak baik bagi kesehatan warga, banyak warga yang terserang sesak napas, kena penyakit paru-paru.Bahkan sumur juga tercemar sehingga tidak bisa digunakan. Pencemaran lingkungan tidak hanya terjadi di Desa kami yang ada pabriknya, tapi juga hingga ke desa lain‎. Warga sudah kesal dengan konsisi seperti ini,” ujarnya.

Terkait tuntutan warga , Bupati Tegal Hj. Umi Azizah, mengatakan, pihaknya mengerti dengan apa yang dirasakan warga karena pencemaran lingkungan akibat limbah B3. ” Saya dapat pahami, keluhan warga setiap harinya, karena adanya limbah B3 ini warga merasakan dampaknya. Pemkab Tegal akan melakukan upaya- upaya penanganan termasuk mengecek terkait dampak lingkungan dan perijinan, dan melakukan uji labotarium. Bilamana ada pelanggaran aturan maka akan ditindak tegas,”ujar Umi.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Agus Subagyo menuturkan, Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.” Proses perizinan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, kemungkinan saat mengurus perizinan semua sudah memenuhi. Perizinan diberikan selama lima tahun bisa diperpanjang. Penggunaan limbah B3 ini untuk pembakaran gamping,” paparnya.P

pemilik PT Putrosidobiso, Edo mengaku, pihaknya mempunyai izin pengolahan limbah B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup. untuk melakukan pengolahan limbah B3. Menurut Edo, asap pembakaran kapur diuji berkala setiap enam bulan sekali. Soal tunutan warga, Edo enggan berkomentar lebih jauh.” Usaha saya ini pembakaran kapur, dulunya menggunakan kayu, karena kayu sekarang mahal, limbah B3 berupa oli bekas dan kain majun sebagai alternatifnya,”paparnya.(Jaylani/KBk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here