Pelaku Pembacokan Menangis Dipelukan Bupati Tegal

Pemerintahan



KabarBeritaku.com, ( Slawi )  – Suasana haru tampak menyelimuti ruang Bharagas Polres Tegal hari Kamis (31/1/2019) pagi tadi saat Bupati Tegal Umi Azizah temui dua tersangka pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya, Dimas Nur Afandi (16) siswa kelas 10 SMK Peristek Pangkah tewas. Kedua pelaku, TBS (16) dan DP (15) menangis dipelukan orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini.

Sebelum ke Polres, Umi sempat kunjungi rumah orang tua korban meninggal di Desa Lebeteng Kecamatan Tarub. Insiden pengeroyokan ini menyita perhatian Umi karena baik korban maupun pelakunya masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar, kecuali DP yang putus sekolah saat masih duduk di bangku SMP.

Umi menyesalkan tindakan kedua pelaku dan teman-temannya yang tega menghabisi nyawa orang lain. “Inilah pentingnya keluarga, pentingnya pengawasan orang tua agar anak-anaknya tidak salah gaul”, katanya. Umi mengungkapkan, empat dari sembilan pelaku pengeroyokan, berasal dari keluarga broken home. “Termasuk salah satu dari dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan yang satunya bapaknya mengalami gangguan jiwa”, imbuhnya.

Umi melanjutkan bahwa fenomena pergaulan remaja sekarang banyak dipengaruhi budaya asing. “Kita para orang tua, para guru harus ikut membantu anak memfilter supaya yang masuk yang baik-baik”, ujarnya.

Menyikapi kejadian ini, Umi berencana memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal untuk difasilitasi pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK/MA, termasuk SMP/MTS. “Karena kewenangan SMA sekarang bukan lagi di saya jadi harus ada yang memfasilitasi”, kata Umi.

Dikatakan Umi, lingkungan pergaulan anak sekarang cepat berubah, oleh karenanya peran guru selain menumbuhkan karakter baik, juga harus peka membaca situasi. “Bangun komunikasi dan hubungan harmonis dengan para orangtua, karena pendidikan adalah tanggungjawab bersama”, terang Umi. Peran pengawasan, tegas Umi, tidak hanya di sekolah, tapi lebih banyak di luar sekolah.

Fenomena kasus ini, ujar Umi, siswa yang perilakunya tampak baik-baik saja di sekolah berubah menjadi beringas saat di luar sekolah, terutama saat berkelompok. “Untuk itu saya mengajak semua warga, jika ada indikasi anak sekolah atau sekumpulan remaja yang mengarah pada tindak kriminal seperti tawuran, segera laporkan ke Polsek terdekat”, kata Umi.(Makmur/KBk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *