Pembangunan “Pabrik” PT. LSI Di Desa Pesarean Belum Memiliki IMB

KabarBeritaku.com, ( Slawi )– Pembanguan pabrik oleh PT Lotte Shopping Indonesia ( PT. LSI ) yang berlokasi di desa Pesarean kecamatan Adiwerna kabupaten Tegal, ternyata juga belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hal itu disampaikan Nurhadi selaku Plt. Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PNMPTSP) kabupaten Tegal.

Ia mengatakan, terkait pembangunan pabrik oleh PT.LSI, hingga saat ini belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“PT. LSI memang nol IMB nya. Mereka belum mengajukan berkas, berarti belum memilik IMB,” kata Nurhadi kepada KabarBeritaku.com, Senin ( 08/11/2019) .

“IMB ini wajib, siapapun yang mau mendirikan bangunan itu memang kewajibannya,” paparnya menambahkan.

Kurmahendri menghimbau kepada perusahaan yang izinnya masih belum diurus, segeralah mengurus izinnya sesuai persyaratan yang berlaku. “Jangan pembangunan sudah mulai dan berdiri baru mau mengajukan kepengurusan izinnya,” paparnya.

Sementara itu, Herman salah satu kontraktor PT Bumi Reka Pertiwi pelaksana pembangunan pabrik milik PT. LSI mengaku, pihakya sudah mengantongi IMB . “Kami tidak berani melaksanakan jika belum mengantongi IMB, urusan perijinan sudah beres semua,” ucapnya.

Plt . Kepala Desa Pesarean kecamatan Adiwerna , Edi Pranoto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa di desanya sedang ada pembangunan besar dari PT Lotte Shopping Indonesia diatas lahan kurang lebih satu hektar. Menurut Edi, pihak PT.LSI sudah melakukan sosialisasi. Namun persoalan IMB pihak mengaku tidak tahu menahu. ” Ya sudah sosialisasi di kecamatan sama di balai desa, hanya untuk IMB kami tidak tahu menahu apa sudah ada atau belum,”jelasnya.

Pantuan KabarBeritaku.com, dilokasi pembangunan pabrik, terlihat pembangunan konstruksi sudah pada tahap pemasangan tiang pancang, rangka atap dan pagar keliling yang hampir selesai pengerjaannya. Bahkan prosesnya sudah berjalan dua bulan. Informasi yang diterima KabarBeritaku.com, PT.LSI akan menggunakan bangunan tersebut untuk sembako, pakaian, elektronik dan gerabah.(Jaylani/KBk)