Pembongkaran Puluhan Kios PKL Taman Poci di Warnai Isak Tangis PKL

  • Whatsapp
Rumah makan legendaris PIAN rata dengan tanah.(Foto: Susilo/KBk)

KabarBeritaku.com, ( Tegal )– Puluhan kios yang berada di sekitar eks Taman Poci Kota Tegal, terus berlanjut, Selasa (03/03/2020) pagi tadi, bangunan semi permanen akhirnya diratakan dengan tanah. Sebanyak lima alat berat dengan leluasa membongkar deretan bangunan yang selama ini menjadi lahan mencari penghidupan puluhan pedagang.

Pantauan KabarBeritaku.com, sekitar 16 kios di sebelah selatan taman yang sebelumnya belum dibongkar karena pedagang melakukan penolakan karena belum ada lokasi relokasi pada Senin (02/03/2020), kini rata dengan tanah. Proses pembongkaran mendapatkan pengamanan 177 personel dari PT KAI, Satpol PP, Dishub, DPUPR, Perkim,TNI dan Polri. Pedagang yang selama ini melakukan penolakan, bahkan beberapa kali mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Tegal hanya bisa pasrah, tanpa mampu melakukan perlawanan. Beberapa pedagang tidak mampu menahan air mata menyaksikan bangunan semi permanen yang selama ini menjadi sandaran hidupnya roboh diterjang alat berat.

Read More

Sebagian besar kios memang sudah dalam kondisi kosong, karena mereka semua pedagang sudah tahu akan ada pembongkaran melalui surat edaran. Semula mereka berharap akan ada relokasi sebelum pembongkaran dilakukan, namun ternyata belum ada juga kepastian. Bahkan warung makan legendaris PIAN juga sudah dirobohkan.

Kuasa Hukum Pedagang Taman Poci, Herdin Pardjoeangan dari YLBHI-LBH Semarang menilai, pembongkaran kios pedagang terkesan sewenang-wenang dan mengabaikan prosedur.” Kami nilai sewenang- wenang karena tanpa pemberitahuan sebelumnya dari Pemkot, selain itu tidak adanya solusi relokasi tempat yang layak bagi pedagang untuk kembali berjualan,”paparnya.

Walikota Tegal H Dedy Yon Supriyono, SE, MM saat ditemui dilokasi mengatakan, pemerintah Kota Tegal tetap menentukan tempat baru bagi para pedagang, sehingga tidak terlalu lama menganggur. “Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan lahan bagi pedagang eks Taman Poci, salah satu yang menjadi alternatif adalah lahan di samping rumah makan Dewi,” tegas Dedy Yon.(Susilo/KBk)

Related posts