Penyidik Polres Tegal Akan Gelar Kasus Puluhan Koperasi Simpan Pinjam Diduga Tak Berijin

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( Tegal )- Penyidik Polres Tegal akan melakukan gelar perkara kasus dugaan pelanggaran undang-undang republik Indonesia Nomor 1 tahun 2013 tentang lembaga keuangan mikro.Sebanyak 32 koperasi Simpan Pinjam ( KSP ) diduga tidak mempunyai berijin dari Otoritas Jasa Keuangan.

” Saya menerima SPD2HP dari Polres Tegal, isinya mengenai undangan gelar perkara kasus dugaan puluhan KSP yang tidak mempunyai ijin dari OJK. Jadi pengaduan masuk sekitar akhir Desember 2019. Alhamdulilah melalui surat Nomer : Sprin Lidik/471.a/XII/2019/Reskrim, tanggal 16 Desember 2019, Polres Tegal akan melakukan gelar perkara atas pengaduan kami tersebut Rabu 11/03/2020 diruang Unit III Reskrim Polres Tegal,” kata Jusri Sihombing kepada KabarBeritaku.com.

Read More

Pria yang akrab disapa Hombing ini menjelaskan, alasan dirinya melaporkan 32 KSP, karena sesuai undang-undang republik Indonesia Nomor 1 tahun 2013 tentang lembaga keuangan mikro ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh badan usaha keuangan diantaranya soal perijinan. ” Di undang-undang tersebut sudah jelas dinyatakan ada sanksi pidananya dan denda bila tidak memiliki ijin sesuai ketentuan, termasuk mendapatkan ijin dari OJK,” imbuhnya

Kasat Reskrim polres Tegal Gunawan Wibisono S.I.K melalui kanit III IPTU . Ibnu Akbar SH, mengatakan, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, sejumlah pihak telah dipanggil untuk memberikan keterangan pihak terkait . Dari keterangan yang digali penyidik tersebut, maka akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan proses selanjutnya.” Kami sudah meminta keterangan dari dinas koperasi dan OJK. Tindak lanjutnya akan dilakukan gelar perkara hari Rabu mendatang dengan menghadirkan sejumlah pihak diantaranya, dari dinas koperasi, OJK dan pihak pelapor. Kesimpulan hasil penyelidikan nanti setelah dilakukannya gelar perkara,”jelasnya.(Jaylani/Kbk)

Related posts