Belum Semua Warga Terdampak Covid-19 di Kota Tegal Terima Sembako

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL)-Pemerintah kota Tegal mendistribusikan bantuan kepada warga dua hari jelang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB kota Tegal yang mulai diberlakukan pada tanggal 23 April 2020.

Namun pembagian sembako yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) kota Tegal, Senin ( 20/04/2020)  sebagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 dinilai masih belum merata, sejumlah warga miskin mengaku belum menerima paket sembako dampak covid 19 yang dikucurkan pemerinta kota Tegal.

Read More

Di kelurahan Kraton Kraton Kecamatan Tegal Barat misalnya Pantauan KabarBeritaku.com, ditemukan sedikitnya 5 wanita jompo tergolong warga tidak mampu atau miskin, sampai saat ini tidak pernah mendapat bantuan sosial apapun dari Pemkot Tegal.

Chorisah (71) warga RT 06 RW 02 Kelurahan Kraton seorang wanita jompo miskin mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari Pemkot Tegal. Selama ini dia bertahan hidup dengan mengharap belas kasihan dari anaknya dan tetangga. “Anak saya sekarang nganggur, saya bingung mau minta tolong ke siapa lagi,” katanya dengan memelas, Senin (20/04/2020) siang.

Casmirah (67) seorang wanita jompo tuna netra miskin warga RT 09 RW 02 Kelurahan Kraton Kota Tegal saat ditemui KabarBeritaku.com kondisinya sangat memilukan. Dia mengaku selama ini bertahan hidup dengan seadanya dan mengharap belas kasihan dari anaknya. “Saya makan seadanya, selama ini hanya anak saya yang membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup. Makanya sekarang kondisinya lagi serba susah, saya sangat pengin mendapat perhatian dari pemerintah,” katanya.

Seorang wanita jompo miskin lainnya bernama Suti warga Kelurahan Kraton Kota Tegal juga sangat mengharap bantuan dari Pemkot Tegal ditengah – tengah wabah virus corona ini. Dia mengaku sudah tidak berjualan sayuran sejak 3 minggu yang lalu. “Saya biasanya jualan sayur, semenjak ada corona ini, saya ga jualan, kondisinya sepi,” katanya.

Dua wanita jompo miskin lainnya dari Kelurahan Kraton bernama Sutiri (61) dan Hamidah (70) juga mengaku belum pernah mendapat bantuan sosial apapun dari Pemkot Tegal selama ini.

Terpisah sejumlah Rukun Tetangga juga mengaku data bantuan warga miskin dari pemerintah kota Tegal masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Ketua RT. 006 RW.001 Kelurahan Kraton, Widi mengaku, dirinya mendapatkan keluh kesah dari salah satu warganya yang tidak mendapatkan bantuan sembako covid 19 yang dibagikan oleh Pemerintah kota Tegal. ” Ya ada warga sih yang mengeluh karena tidak mendapatkan paket sembako dari pemkot Tegal, kebetulan memang dia ( warga -red) saya tidak mampu. Mudah – mudahan bisa diajukan lagi,” kata widi.

Hal serupa juga terjadi di sejumlah RT di kelurahan Muararareja, para RT mengaku data yang diajukan pihak RT untuk bantuan sembako dampak covid 19 tidak masuk dalam data penerima sembako paket covid 19 pemkot Tegal. ” Ini kami dapat data dari warga tidak mampu dari pemerintah. Data ini adalah dari Dinsos. Makanya kami agak bingung membagikan paket sembako ini, takutnya ada yang tidak mampu tidak mendapatkan sedangkan yang sudah mampu masih mendapatkan bantuan sembako,” kata Abu salah seorang RT di kelurahan Muarareja.

( Susilo/KBk)

Related posts