Hari Pertama PSBB belum Maksimal, Banyak Pengendara Melanggar

  • Whatsapp
Petugas Kepolisian menegur pengendara sepeda motor yang tidak pakai helm dan masker.(Foto: MM)

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal telah dimulai Kamis (23/04/2020). Pada pelaksanaannya PSBB tersebut belum begitu efektif dan dipatuhi sebagian masyarakat.

Dari pantauan kabarberitaku.com di lapangan, Kamis 23 April 2020 siang masih banyak pengendara roda dua yang berboncengan dan mobil yang tidak mematuhi aturan dan ketentuan PSBB. Selain itu, masih banyak juga yang tidak memakai masker, kesadaran sendiri memutus mata rantai Covid-19. Imbauan untuk tetap di rumah diabaikan. Warga tetap beraktivitas di luar rumah seperti biasa. Bahkan masih banyak pengendara roda dua menerobos penutup beton yang dipasang oleh Pemkot Tegal. Untuk di Kota Tegal terdapat hanya satu posko check point untuk memeriksa pengendara yang masuk ke Kota Tegal.

Read More

Bahkan di jalan Jenderal Sudirman yang merupakan akses masuk kota Tegal pengendara roda dua dan empat dari jalur pantura dengan leluasa keluar masuk kota Tegal tanpa melalui proses pemeriksaan. Selain itu masih ada masyarakat tidak tertib duduk seperti yang dianjurkan.

Untuk intensitas lalu lintas di Kota Tegal, pengendara sepeda motor masih mendominasi di jalanan. Sedangkan pengendara mobil sudah berkurang.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengtakan, dari hasil sidak yang dilakukan di posko chek point masih depalan puluh persen. ” Tadi dari pengecekan absensi di lokasi posko cek point Alhamdulilah sudah 80 persen tingkat kehadiran petugas, kemungkinan masih ada yang terlambat datang, ini akan menjadi bahan evaluasi, sehingga di hari berikutnya semua petugas yang ada posko cek point bisa 100 persen melaksanakan tugasnya,” kata Dedy Yon Supriyono didampingi Sekda kota Tegal saat sidak di posko chek point PSBB di jalan Proklamasi.

Ketika disinggung mengenai tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi PSBB, Wali Kota Tegal mengatakan, sebelumnya pemerintah kota Tegal sudah melaksanakan Isolasi wilayah sehingga dengan PSBB ini pihaknya berharap kedisplinan masyarat bertambah.” Secara umum kita sudah melaksanakan Isolasi Wilayah sebelum ada izin PSBB, jadi PSBB ini sifat untuk memperktat saja,” kata Dedy

Ia berharap masyarakat mematuhi aturan PSBB demi mengantisipasi penularan wabah Covid-19 di kota Tegal. “Kalau tidak perlu, diharapkan warga jangan keluar rumah. Lebih baik di rumah saja selama PSBB berlangsung,” pungkasnya.

Salah satu pengendara Roni (34) mengatakan, PSBB belum berlangsung maksimal dipatuhi masyarakat. “Menurut saya masih belum optimal sosialiasinya dan yang dilakukan oleh pemerintah berimbas juga kepada kesadaran warga untuk mematuh aturan itu,” kata warga Randugunti ini.

Lain halnya dikatakan, Santi (23), aturan PSBB bisa diterapkan apabila ada sanksi yang tegas seperti ada denda bagi yang melanggarnya. “Apabila hanya teguran masyarakat tidak akan mengindahkannya. Selain itu hari pertama ini masih banyak yang melanggarnya. Seperti masih banyak warga yang kumpul-kumpul, selain itu peran pihak kepolisian juga sangat penting untuk penindakan apabila ada yang tidak mematuhi aturan bersama ini,” ucap mahasiswi ini.

Sesuai dengan edaran pemerintah kota Tegal penerapan PSBB di kota Tegal dimulai hari Kamis (23/04/2020) sampai 15 hari ke depan. Membatasi jumlah penumpang kendaraan dan melarang pengendara motor berboncengan yang bukan dari alamat yang sama. Teknis PSBB ada petugas gabungan yang yang terdiri TNI Polri dan Satpol PP, Ormas, tenaga medis. (MM.1/KBk)

Related posts