Soal Aktivitas Di Masjid Selama PSBB, Ini Tanggapan Para Tokoh Agama Kota Tegal

  • Whatsapp
Foto :Dok

KabarBeritaku.com, ( TEGAL)- Pemerintah Kota Tegal pada tanggal 23 April hingga Mei 23 Mei 2020 memberlakukan Pembatasan Berskala Besar ( PSBB ) Covid-19. Padahal bulan Ramadhan hanya tinggal menghitung hari. Hal ini membuat masyarakat muslim tengah dilanda kebingungan.

Terlebih bilamna PSBB sudah diberlakukan masjid-masjid masih ditutup dari aktivitas ibadah sebagaimana Permenkes PSBB. Terutama di wilayah-wilayah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti kota Tegal.

Read More

Lalu bagaimana dengan ibadah shalat tarawih di masjid saat memasuki Ramadhan nanti?

Berikut tanggapan sejumlah tokoh Agama pada rapat kordinasi menjelang bulan Ramadhan dan PSBB kota Tegal Senin (20/04/2020) sekitar pukul 10.00 wib bertempat di Ruang Aula Kantor Kemenag Kota Tegal jalan P kemerdekaan kelurahan. Slerok kec. Tegal timur kota Tegal.

Ketua MUI kota Tegal, KH. Abu Chaer Annur mencoba memberikan penjelasan, saat ini masyarakat umum yang sedang dilanda ketakutan dari penjelasan-penjelasan dari pejabat, pihaknya merasa keberatan dengan penutupan masjid dan mushola saat PSBB. Abu Chaer menilai sangat tidak rasional jika mushola dan masjid harus ditutup.” kota Tegal jumlah ada 27 kelurahan dengan jumlah warga kota Tegal sekitar 300.000 yang positif covid 19 ada 4 orang dan itu menyebabkan masjid harus di tutup, saya rasa itu tidak rasional, saya minta tolong kepada walikota tegal, agar masjid yang ada kota tegal jangan ditutup atau tidak boleh dipakai. Jangan Masjid dijadikan kambing hitam sebagai tempat penyebaran Covid 19, saya baru mengalami zaman seperti ini, kami usul Wali Kota jangan menutup Masjid perketat protokol kesehatan saja,” kata Abu Khaer.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) kota tegal Drs.H. Abdul Hayyi sependapat dengan ketua MUI kota Tegal KH. Abu Chaer Annur. ” Saya mendukung sepenuhnya keputusan ketua MUI, kita semua memahami bahwa Masjid adalah tempat yang paling sempurna. Pemerintah jangan menutup masjid, untuk jamaah yang akan melaksanakan sholat saja yang perlu ditingkatkan protokol kesehatannya.intinya adalah umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah di Masjid silahkan akan tetapi masjid jangan di tutup. Protokol kesehatan yang di jaga termasuk menjaga kebersihan Masjid,” kata Hayyi.

Ketua PD Muhammadiyah Kota tegal H. Nadirin Maskha juga spekata dengan MUI dan dan DMI.” Kami setuju dengan MUI dan DMI, mari bersama- sama mensosialisasikan kepada masyarakat sebaik – baiknya,”jelasnya.

Ketua PCNU Kota Tegal dr. H. Abdal Hakim Tohari mengatakan, bahwa pada dasarnya hukum melaksanakan sholat jumat hukum nya Fardhu ain, menurut Abdal Hakim, untuk wilayah yang masih aman dari Covid 19 tetap menjalankan sholat jumat atau ibadah Ramadhan. ” Bagi desa atau wilayah yang dirasa masih aman dari covid 19, tetap dilaksanakan sholat jumat dengan mempertimbangkan tentang jarak jamaah, tidak bersalaman dan membawa sajadah masing-masing,”ungkapnya.

Ketua FKUB Kota Tegal H. Suwarso mengatakan, meminta kepada pemerintah kota Tegal untu menganti hari pada penerapan PSBB.” Kami mminta tolong PSBB yang tadinya 30 hari dijadikan 14 hari, hal ini membuat ketakutan sendiri bagi masyarakat kalau PSBB sampai 1 bulan,” ujarnya

Terkait dengan usulan para tokoh agama tersebut, wakil walikota tegal M Jumadi, S.T., M.M., selama PSBB 23 April hingga 23 Mei 2020. Selama masa PSBB segala bentuk ibadah dilaksanakan dirumah. Jumadi juga menjelaskan soal penutupan sejumlah jalan, menurut Jumadi, jalan masih di buka seperti sekarang. ” Jalan tetap dibuka hanya saja yang masuk ke kota tegal akan diperketat.Untuk masjid, adzan tetap dilaksanakan, akan tetapi tidak digunakan untuk beribadah. Namun karena ada masukan dari para Ulama dan tokoh Agama, kami akan sampaikan kepada Wali Kota Tegal. Setelah ada hasilnya kami sampaikan kembali kepada ke Pak Kyai semua,” paparnya.

Hadir dalam rapat kordinasi Wakil walikota tegal M Jumadi, S.T., M.M. Kapolres Tegal kota yang diwakili Kabagops polres tegal kota kompol Suharsono, S.H. Dandim 0712/Tegal yang diwakili Ws. Pasiops Kodim 0712/Tegal Kapten Arm Sinai Sukmono Adi Kepala Kantor kemenag kota Tegal KH. Akhmad Farkhan, S.Ag. Ketua MUI kota tegal KH. Abu Chaer Annur, Ketua PD Muhammadiyah Kota tegal H. Nadirin Maskha, Ketua PCNU Kota Tegal dr. H. Abdal Hakim Tohari, Ketua FKUB Kota Tegal H. Suwarso.(MM/KBk)

Related posts