Penyaluran BLT DD Dampak Covid-19 Diawasi Kejaksaan Negeri Slawi

  • Whatsapp
Salah seorang warga meneima BLT dari Dana Desa terdampak Covid 19.( Foto: Jaylani/KBk)

KabarBeritaku.com, ( SLAWI )- Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi Kabupaten Tegal mengingatkan seluruh Kepala Desa di Kabupaten Tegal. Untuk mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) bagi masyarakat terdampak virus Covid-19 sesuai mekanisme yang ada. Karena penyaluran dana itu akan diawasi ketat oleh Kejari Slawi. Seperti disampaikan kasi pidsus Kejaksaan Negeri Slawi Syamsu Yoni kepada KabarBeritaku.com.

Dikatakan Yoni, jika Pemdes tidak ingin bermasalah nantinya, seluruh Kades harus dapat memastikan dalam penentuan calon penerima BLT dampak Covid-19 secara aturan dan bukan hanya kerabat perangkat desa saja ataupun karena muatan politis pendukung kades dan juga sampai terjadi tumpang tindih yg mendapatkan dana bantuan tersebut juga mendapatkan bantuan pemerintah dengan instrumen lainnya.

Read More

“Pastikan data calon penerima merupakan hasil musyawarah bersama di desa masing-masing. Jika tidak sesuai aturan, kami siap memprosesnya,” ungkap Yoni ditemui diruang kerjanya Rabu ( 6/05/2020) kemarin.

Ditambahkan Yoni, masyarakat diminta secara bersama-sama aktif melakukan pengawasan, agar tidak terjadi penyimpangan dan dana benar-benar dirasakan masyarakat terdampak Covid-19. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, untuk menekankan seluruh desa tidak menyalahi aturan.“Kita berada di depan untuk memastikan dana BLT tersebut dalam proses penerima, penyalurannya akan kita awasi dan disini kita mengingatkan sebagai bagian pencegahan dari terjadinya penyimpangan tetapi kalau sudah diingatkan masih saja kita tidak segan-segan akan melakukan tindakan menurut aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Dilanjutkan Yoni, sesuai edaran (SE) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Padat Karya Tunai Desa. Semua kriteria dan calon penerima bantuan BLT DD harus menyesuaikan dengan SE tersebut.“ Penerima BLT DD harus mereka yang benar-benar layak. Melalui musyawarah desa dan menggandeng pihak terkait juga dapat memilah mana yang layak dan dapat memastikan tidak ada ada tumpah tindih penerima bantuan. Penerima BLT DD adalah mereka yang masuk kriteria SE Mendes PDTT, mereka itu diluar penerima bantuan PKH dan BPNT. Untuk itu semuanya akan kami awasi,” pungkasnya.

Sementara sebanyak 21 desa di kabupaten Tegal telah merealisasikan pencairan BLT DD sebesar Rp 600 ribu kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Demikian disampaikan kepala Dispermades kabupaten Tegal Prasetyawan melalui sekretaris dinas Yudo Jatmiko Selasa 5/5/20 siang.

“Dari jumlah desa 281 dari 18 kecamatan , yang sudah mencairkan BLT baru 21 desa. Dari 21 desa satu desa dilakukan secara non tunai, sedangkan yang 30 desa dengan cara tunai. Non tunai artinya bantuan tersebut masuk ke rekening penerima. Sedangkan tunai melalui rekening desa diberikan langsung kepada si penerima dengan tandatangan disaksikan olih muspika,”jelasnya.

Sebanyak 16.274 Kepala Keluarga terdampak Covid-19 se Kabupaten Tegal mulai hari ini Jumat (8/5/2020) menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Masing- masing Kepala Keluarga akan menerima bantuan uang sebanyak Rp600 ribu/bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama 3 bulan ke depan. Bantuan akan disalurkan atau dapat dicairkan di Kantor Pos & Giro di masing masing wilayah kecamatan sesuai jadwal. Penyerahan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos dilakukan oleh Bupati Tegal Dra.Hj. Umi Azizah didampingi Sekretaris Dinas Sosial Yudi Kadarwati, SH MM di Kantor Pos dan Giro Slawi.( Jaylani/KBk)

Related posts