Ranyan Tegaskan SK Pemberhentian Dirinya Cacat Hukum

  • Whatsapp
Ketua Pokdarwis Muarareja Indah, Ranyan didampingi oleh dua penasehat menerima penghargaan dari Corporate Head of Marketing Pacific Paint, Ricky Soesanto(Foto: Dok)

KabarBeritaku.com, ( Tegal )- Ranyan saat dikonfirmasi Minggu(08/11/2020) mengatakan, SK pembekuan Nomer 140/01/VII/2020 Tentang Pembekuan SK Lurah Muarareja No.140/006/2018 Tanggal 1 November 2018 Tentang Pembentukan Kelompok Sadar Wisata Muarareja Indah, serta pemberhentian dirinya bersama pengurus Pokdarwis Muarareja Indah tidak sah karena tidak sesuai dengan AD /ART Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Muarareja Indah Kelurahan Muarareja Indah Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal.

Ranyan mengaku, pihaknya selama ini tidak pernah menerima secara langsung salinan atau tembusan surat SK pembekuan Nomer 140/01/VII/2020. ” Saya dan pengurus Pokdarwis dari bulan Mei pasca PSSB hingga bulan November 2020 tidak pernah menerima salinan atau tembusan adanya SK pembekuan Nomer 140/01/VII/2020 dari pihak kelurahan. Saya dan pengurus Pokdarwis Muarareja Indah juga tidak pernah diajak musyawarah oleh pihak kelurahan atau pembina,”jelasnya.

Read More

Ranyan menduga SK pembekuan Nomer 140/01/VII/2020, dibuat secara diam- diam oleh pihak kelurahan Muarareja.” Ini aneh, SK SK pembekuan Nomer 140/01/VII/2020 tertanggaL 28 Juli 2020 . Dibuat diam – diam oleh pihak kelurahan. Saya baru tahu juga perhari ini tanggal 8 November 2020, itupun saya diberitahu oleh salahsatu dewan Penasehat. Artinya selama lima bulan saya baru tahu ada SK pembekuan Nomer 140/01/VII/2020 yang dibuat tanggal 28 Juli 2020 tidak secara langsung diberikan kepada saya atau pengurus Pokdarwis Muarareja Indah yang statusnya secara hukum terdaftar di kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia AHU-0009745.AH.01.07.TAHUN 2018.

Kenapa ada SK pembekuan disembuyikan? pembuatan SK juga secara sembunyi – sembunyi tanpa melalui mekanisme organisasi yang baik dan sesuai aturan. Saya ini orang bodoh, tapi tolong dan berharap jangan perlakukan masyarakat semena-mena, binalah saya dan pengurus dengan baik, jangan ajarkan saya sebagai masyarakat hal – hal yang tidak sesuai aturan. Soal adanya SK Pembekuan. Saya hanya berdoa agar pejabat ini sadar dan dapat hidayah, dapat melihat dengan mata hati dan nurani dengan apa yang dilakukan,” kata Ranyan.

Ranyan sendiri mengaku, pihaknya tidak mengetahui dasar alasan pembekuan pengurus Pokdarwis Muarareja Indah.” Apa salah pengurus??. Apakah melanggar AD/ART? atau terbukti melanggar perbuatan pidana atau perdata?.Sehingga kami ini dibekukan secara sepihak oleh kelurahan. Saya yakin Allah yang Maha Tahu, kebenaran itU akan mencari jalannya sendiri,”paparnya.

Pemerhati dan Praktisi Hukum Guntoro Febrino Saguchie, S.H kepada wartawan menilai, pembekuan tersebut tanpa mekanisme hukum, administrasi pemerintahan yang baik dan prinsip kehati-hatian. Pihak kelurahan Muarareja dinilai telah melakukan pelanggaran dan menyalahgunakan kekuasaan terkait penerbitan pembekuan SK Pokdarwis.” SK pembekuan Pokdarwis adalah contoh buruk bagi pembinaan organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Pokdarwis Muarareja Indah. Seharusnya pembina organisasi kemasyarakatan itu harus memahami peran dan tugasnya. Pokdarwis itukan kumpulan masyarakat juga seharusnya mendapatkan perlindungan dan pembinaan yang baik, bukan semena- mena dengan asas suka tidak suka mengeluarkan keputusan. Jika tidak masalah ini akan terus terulang- terulang kedepannya. Selesaikan dengan aturan yang baik, jangan pakai ego atau kesewenang – wenangan. Karena Pejabat itu disumpah untuk melayani masyarakatnya bukan malah sebaliknya menjatuhkan masyarakat yang sedang belajar dalam bidang pengembangan wisata. Wajar dan umum jika tahap belajar ada kesalahan kecil. Tapi tidak lantas kemudian di vonis atau dibubarkan. Saya berpesan perlu kehati-hatian dalam masalah dimasyakat agar tidak muncul atau menimbulkan perkara pidana atau perdata di kemudian hari,”ujarnya.

Seperti diberitakan sejumlah warga masyarakat Muarareja dan anggota Pokdarwis Muarareja Indah yang tergabung dalam Perkumpulan Damai Masyarakat Muarareja Adil Sejahtera melakukan aksi damai dikawasan Pantai Muarareja Indah, menuntut dan menyatakan dukungan bagi Ranyan selaku ketua Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Muarareja Indah periode 2018-2021 untuk kembali memimpin dan mengelola kawasan Pantai Muarareja Indah kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat KOta Tegal. Karena Ranya dan Pengurus Pokdarwis Muarareja Indah tidak terbukti Korupsi dan terbukti dapat melakukan pembangunan dan pengembangan destinasi wisata Pantai Muarareja Indah lebih maju.

Related posts