Tuntut Kompensasi, Warga Pekauman dan LSM GMBI “Segel” Tower

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( Tegal )- Sejumlah warga RT 09/ 11 kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, bersama Lemabaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) GMBI Kota Tegal menggelar aksi “penyegelan” sebuah tower, Selasa (4/11/2020). Mereka menuntut perusahaan tower agar memberikan kompensasi kepada warga selama tower berdiri sejak tahun 2000 lalu.

Tower milik salahsatu perusahaan provider itu berada di kawasan permukiman warga.Bahkan menurut warga sejak berdirinya tower diduga belum pernah ada sosialisasi dengan warga disekitar BTS (tower) tersebut. Agus Prasetyo mengaku, ada 50 warga sekitar tower belum menerima kompensasi dari pihak perusahaan pemilik tower (BTS). “Sejak tower berdiri 20 tahun lalu, kami belum menerima kompensasi, saya sendiri yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi tower ( BTS ) juga belum mendapatkan kompensasi.”ujar Agus Prasetyo kepada kabarberitaku.com.

Read More

Untuk memperkuat bahwa sejumlah warga belum mendapatkan kompensai atas berdirinya tower tersebut, Agus mengatakan, warga yang belum mendapatkan kompensasi membubuhkan tangan dan mengadu kepada LSM GMBI Tegal. ” Bukti ini diperkuat dengan dibubui tandatangannya sejumlah warga yang berada disekitar tower,mewakili nama- nama warga,”ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Tegal raya melalui Ketua KSM Tegal Barat, Saeful Arifin mengatakan, pihaknya akan mengawal persoalan yang tersebut. Menurut Arifin, melalui lembaganya akan mengawal permasalahan tersebut menjadi terang benderang akan mencari informasi kronologi berdirinya tower tanpa ada sosialisasi dan kompensasi masyarakat. ” Kami akan mengawal masalah ini, siapa saja yang bermain dalam permasalahan ini, termasuk mulai dari perizinan awal berdirinya tower diwilayah tersebut, akan kami membentuk tim dalam pengawalan kasus ini. Oleh karena itu kami meminta pada instansi terkait agar tower yang dikeluhkan warga tersebut, perizinanya tidak diperpanjang. Kami meminta agar perusahaan atau pemilik tower agar dapat menyelesaikannya.Kasihan warga yang terdampak, selesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu, apabila tidak ada titik temu maka lebih baik BTS (tower) tersebut dirobohkan saja,”pungkasnya.(Makmur/KBk)

Related posts