PC GP Ansor Kota Tegal Gelar Bedah Buku Menjerat Gus Dur

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL)- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor KOta Tegal Jawa Tengah dan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum menggelar bedah buku “menjerat Gus Dur”

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tegal, Sarwo Edi, mengatakan,  dalam rangka memperingati khaul gus dur ke 11. Selian itu, lanjut Sarwo, tujuan digelarnya bedah buku menjerat gus Dur dengan mendatangkan langsung penulisnya di kota Tegal akan menjelaskan semuanya fakta sejarah waktu itu.Buku berjudul ‘Menjerat Gus Dur’ karya Virdika Rizky Utama lagi booming mendapat perhatian sejumlah masyarakat.

Read More

Pasalnya buku tersebut mengungkap skenario penggulingan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari kursi presiden. Buku itu juga menyebut beberapa tokoh politik yang diduga berperan dalam skenario tersebut. Seperti apa proses penulisan buku tersebut dan bagaimana penulis mendapatkan informasi penting yang kemudian ia paparkan dalam buku.

Penulis buku Menjerat Gus Dur, Virdika Rizky Utama, bersama Edy, Edy Budiyono, SPd,MH blak-blakan di acara Diskusi dan Bedah buku tersebut dengan di moderatori Gus Firman Hadi.

Virdika, selaku penulis mengatakan buku tersebut dibuat melalui proses yang sangat panjang. Dia mengatakan berawal dari ketidaksengajaan menemukan dokumen yang ternyata sangat penting dan rahasia. “Sekitar 2,5 tahun yang lalu, saat saya lagi liputan Setya Novanto, saya lihat ada petugas kebersihan lagi mau buang dokumen, terus saya lihat dan saya minta ternyata dikasih,” katanya.

Setelah mendapatkan dokumen tersebut, Virdika kemudian melakukan uji pustaka dan uji narasumber untuk memvalidasi data yang terdapat pada dokumen tersebut. “Prosesnya benar-benar panjang. Saya juga riset dari koran-koran tahun kejadian untuk mengutip dan memastikan lagi,” katanya.

Karena dokumen tersebut terbilang sensitif dan rahasia, Virdika merasa dirinya mendapatkan ancaman. Salah satunya terjadi pada Januari 2018. “Ada beberapa orang yang datang ke rumah siang-siang, padahal kalau siang saya gak ada di rumah, lagi kerja. Orang itu nanyain dokumen ke orang rumah saya, mungkin itu jadi sebuah ancaman buat nakut-nakutin keluarga saya,” kata dia.

Sementara Ketua LBH Ansor PC Ansor Kota Tegal , Bambang Irawan, mengatakan “Salah satu peristiwa kontroversial dari Gus Dur ialah ketika ia dilengserkan pada 23 Juli 2001 melalui sidang istimewa MPR. Terkait hal itu, ada begitu banyak spekulasi spekulasi, karena dasar pelengseran Inkonstitusional. Lebih pada kepentingan Politik bukan pada hukumnya,”

Acara Bedah Buku tersebut dilaksanakan di gedung NU, rABU (16/12/2020) , hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PC NU Kota Tegal, dr. Abdal Hakim Tohari, Sekretaris PCNU Kota Tegal, dr. Muslih Dahlan ,Budayawan, Seniman, aktifis, Santri, Mahasiswa, Fatayat, IPNU- IPPNU, dan dari berbagai kalangan.(Jaylani/KBk)

Related posts