BPN Kabupaten Tegal Sosialisasikan PTSL

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( SLAWI )- Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Kabupaten Tegal melakukan sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Pendopo Desa Ke sadi kan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Kamis ( 14/01/2021)

Progam untuk penerbitan sertifikat tanah ini, menurut ketua Tim Sosialisasi PTSL,Suripto, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang adanya program penerbitan sertifikat tanah melalui PTSL. Sertifikat tanah memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah masyarakat. Program PTSL berlandaskan asas sederhana, cepat, lancar, aman, adil, merata dan terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Read More

Program ini membantu masyarakat memiliki sertifikat tanah, pendataan tanah yang berdampak penting terhadap masyarakat dan pemerintah. Jika seluruh tanah terdaftar akan membantu dari segi tata ruang, pencegahan konflik sengketa lahan.

Pembiayaan pembuatan sertfikat tanah melalui program PTSL, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama tiga menteri, pemohon hanya dikenakan biaya 150.000 per bidang tanah. Biaya sebesar 150 ribu tersebut diperuntukan pembelian patok dan biaya pemberkasan, pengukuran dan pemetaan hingga menjadi sertifikat.

Suripto mengatakan, bilamana biaya pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL diatas 150.000, hal tersebut diluar tanggung jawab pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Kabupaten Tegal.

Sementara kepala desa Kesadi kan, Ratoni mengatakan, untuk tahun 2021 ada kenaikan kuota program PTSL dari tahun sebelumnya, desa Kesadikan pada tahun 2020 hanya mendapatkan 3000 bidang, sedangkan ditahun 2021 naik menjadi 4000 bidang tanah.

Ratoni mengaku pembuatan sertifikat tanah secara massal melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap sangat membantu masyarakat.Perihal pembiayaan untuk per bidang tanah, Kepala Desa Kesadi kan Ratoni mengaku, berkaitan dengan program PTSL akan tetap mengacu pada kesepakatan SKB tiga menteri yaitu warga pemohon hanya di kenakan Rp 150 000,- per bidang.(Jaylani Iqbal/KBk)

Related posts