AKAR Demo Pertanyakan Lambatnya Penanganan “Kasus” di Kota Tegal

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Puluhan aktifis yang tergabung dalam Aliansi Kerakyatan Anti Korupsi dan Peradilan Bersih Jawa tengah, melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Mapolres Tegal kota Jawa Tengah.Senin ( 10/5/2021)

Puluhan pendemo nampak rapi berjejer menyuarakan aspirasinya . Meski dibalut dengan masker yang menutupi wajah mereka, tak mengendurkan niat untuk menyampaikan aspirasinya langsung di depan anggota Kepolisian Resort Tegal Kota yang berjaga dengan rapat di depan Mapolres, sembari membentangkan poster dengan berbagai tulisan.

Read More

Dalam orasinya mereka mempertanyakan hasil proses penyelidikan sejumlah kasus pidana maupun dugaan korupsi yang saat ini sedang ditangani oleh penegak hukum baik di Kepolisian maupun di Kejaksaan Negeri setempat. Pengunjuk rasa menuding aparat lambat dalam penanganan perkara khususnya kasus dugaan korupsi.

Mereka mempertanyakan proses hukum sejumlah kasus korupsi, seperti dugaan kasus korupsi CSR PDAM, kasus dugaan Korupsi Proyek Alun alun, kasus dugaan pencemaran nama Baik Komandan Kodim 0 7 12 Tegal dan kasus laporan Orpeta.

Pantauan dilapangan, aksi demonstran di kawal ketat pihak Kepolisian Polres Tegal kota, namun aksi orasi didepan Mapolres Tegal kota tidak berlangsung lama. Kepala Satuan Sabhara Polres Tegal Kota, Iptu Bambang SD meminta pengunjuk rasa untuk berdiskusi langsung diruang Kapolres Tegal Kota.

Mendengar ajakan Kasatsabara Iptu Bambang, sejumlah perwakilan aksi unjuk rasa kemudian masuk ke Mapolres untuk bertemu langsung dengan Kapolres Tegal kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo bersama jajarannya. Dihadapan Kapolres Tegal dan jajaran Kepolisian resort Tegal Kota , perwakilan aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi langsung kepada orang nomer satu di jajaran kepolisian Resort Tegal.

Dalam audiensi tersebut, ada sesi tanya jawab dari peserta aksi kepada kepolisian. Seperti yang disampaikan Miftahudin. Di antaranya menuntut polisi agar terbuka dan transparan dalam menangani perkara dan mengusut tuntas laporan pencemaran nama baik komandan kodim 0712 Tegal dengan terlapor ketua umum GNPK RI Basri Budi Utomo. Karena kasus tersebut menyita perhatian warga Tegal.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo, didampingi Kasatreskrim Polres Tegal Kota AKP Sueb, Kasat Intel Iptu Suroyo, menekankan bahwa Polri membuka diri untuk bersilaturahmi dengan semua eleman masyarakat dan mahasiswa agar dapat bersinergi dalam menjaga kondusifitas.

Kapolres menekankan bahwa dirinya bersama jajarannya akan terbuka dan siap menerima untuk beraudensi atau berdiskusi langsung untuk membahas persoalan yang terjadi di kota Tegal. Menurut Kapolres, pihaknya mengendepankan profesionalisme dalam semua kasus dugaan tindak pidana yang ditanganinya. Untuk kasus dugaan pencemnaraan nama baik Komandan Kodim 0712 Tegal sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sedangkan untuk kasus laporan Orpeta masih dalam tahap proses pengembangan.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolres dan jajarannya, para perwakilan aksi unjuk rasa kemudian meninggalkan Mapolres Tegal kota untuk melanjutkan aksi yang sama di Kejaksaan Negeri Kota Tegal.

Kordinator aksi Miftahudin, mengatakan, pihaknya melakukan aksi lantaran mempunyai sejumlah tuntutan. Pertama, meminta agar tidak ada kasus yang mangkrak baik pidana maupun kasus Dugaan korupsi.Kemudian yang kedua, Miftahudin juga menyebutkan permintaan AKAR kepada aparat penegak hukum untuk bertindak menuntaskan kasus-kasus mangkrak tanpa adanya inteversi hukum.

Dari tegal Jawa Tengah, kabarberitaku mengabarkan.

Related posts