Ketua Umum GNPK RI Ditahan Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

  • Whatsapp
Ketua Umum GNPK RI ditahan di Mapolres Tegal Kota.

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Basri Budi Utomo, Senin (17/5/2021) ditahan Kejaksaan Negeri kota Tegal. Penahanan Basri dilakukan setelah kejaksaan menerima limpahan berkas tahap dua dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar.

“Kejaksaan menerima limpahan berkas kedua dari penyidik Polres Tegal Kota atas nama tersangka Basri Budi Utomo yang tak lain adalah ketua Umum GNPK RI,sehingga tersangka kami tahan, dengan dasar pasalnya bisa ditahan. Kedua dikhawatirkan mempersulit persidangan, dan ketiga dikhawatirkan menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya,” kata Jasri kepada wartawan.

Read More

Setelah melakukan penahananan, lanjut Jasri, pihaknya akan segera langsung menyiapkan tuntutan untuk proses persidangan. Tersangka Basri ditahan kata Jusri, terkait dengan dugaan tindak pidana mencemarkan nama baik pelapor melalui media elektronik sehingga dijerat pasal tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Itu alasan kami untuk melakukan penahanan. Pasalnya ITE, pencemaran nama baik melalui media elektronik, ancamannya 9 tahun,” kata Jasri.

Jasri menyebut, bisa saja ada orang lain yang turut serta dalam kasus tersebut. Termasuk apakah tersangka ini hanya menjadi suruhan orang lain. Meski demikian, pihaknya menunggu jalannya persidangan. “Kalau memang kita bisa buktikan bahwa ia hanya disuruh, ada yang menyuruh, nanti bisa koordinasi dengan penyidik polres untuk bisa ditindaklanjuti,” kata Jasri. Tersangka sendiri akan ditahan sementara selama 20 hari di ruang tahanan Mapolres Tegal Kota. “Kita punya hak melakukan penahanan selama 20 hari. Mulai hari ini, dititipkan di rutan Mapolres,” pungkasnya.

Sementara itu, Basri Budi Utomo, sesaat sebelum menaiki mobil tahanan mengaku, kasus yang menjeratnya ada kaitannya tentang kasus dugaan korupsi yang dilaporkan dirinya. “Saya ditahan karena pencemaran nama baik. Karena saya melaporkan Dandim 0712 Tegal Sutan Pandapotan tentang kasus korupsi,” ujar Basri.

Basri pun mengaku tidak khawatir dan akan mengikuti jalannya proses hukum. “Saya ini bukan bajingan, saya bukan maling, saya melaporkan koruptor, bukan menjadi masalah saya ditahan. Saya sudah pasang badan, sampai di mana saya layani,” tegas Basri.

Seperti diketahui, Basri Budi Utomo dilaporkan Dandim 0712 Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar ke polisi karena diduga telah mencemarkan nama baik institusi dengan menyebarkan berita bohong di media sosial. Polres Tegal Kota yang menerima laporan sempat menggelar mediasi dengan menghadirkan keduanya namun gagal menemui kesepakatan damai pada Kamis (25/3/2021).(Makmur/KBk)

Related posts