DPU Kabupaten Tegal Siapkan “Pembelaan” Hukum Terkait Dugaan Korupsi Proyek Langon Kemantran

0
2861
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal, Heri Suhartono.

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) menanggapi ditahannya dua orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja (Kemantran-Langon) , senilai Rp. 14 milyar lebih, Rabu (04/0/2018).

Pasalnya tidak menutup kemungkinan setelah dua orang tersangka FKHI dan SBH  tersebut ditahan, sejumlah pejabat  Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) dan PNS dilingkungan pemkab Kabupaten Tegal yang terlibat dalam proses lelang peningkatan jalan di kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja (Kemantran-Langon) , senilai Rp. 14 milyar akan menyusul.

Baca Juga : Kejaksaan Negeri Slawi, Tahan Dua Orang Dalam Kasus Dugaan Korupsi  Proyek Jalan Kemantran -Langon

” Jika memang dari pihak DPU Kabupaten Tegal, mulai PPHP ( Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan ), Pejabat Pembuat Komitmen ( PPkom), dan panitia lelang  menjadi terseret dalam persoalan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja (Kemantran-Langon), dimana sudah ada dua orang dari pihak rekanan dan konsultan pengawas proyek ditahan, maka kami akan melakukan pembelaan terhadap pejabat dan staf DPU Kabupaten Tegal, kami akan berkordinasi dengan bagian hukum Pemkab Tegal lebih dahulu, karena ini masih belum final, kan belum masuk persidangan,” kata KKepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal, Heri Suhartono, kepada kabarberitaku.com.

Heri, memaparkan hasil audit Badan Pemeriksa Keungan terhadap proyek peningkatan jalan di kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja (Kemantran-Langon) , senilai Rp. 14 milyar APBD Tahun 2016, ditemukan adanya kerugian negara sebsar Rp. 600 juta. Namun demikian kata Heri pihaknya akan segera menyelesaikan dengan cara diganti atau dengan uang jaminan pemeliharaan pada paket proyek tersebut.

Heri menambahkan , pihaknya merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Oleh karena itu Heri meminta kepada para kontraktor dan konsultan perencana segera menindaklanjuttinya. ” kejadian ini adalah momen yang harus kita perhatikan dan bisa diambil hikmahnya baik pemborong/ kontraktor, konsultan pengawas maupun dari personil Dinas PU. Saat ada temuan BPK terkait pekerjaan hendaknya berpikir positif dan bisa mencari solusi biar tidak terjadi semacam ini lagi,”paparnya.

Sementara berbeda keterangan dugaan kerugian negara pada proyek peningkatan jalan di kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja (Kemantran-Langon) , senilai Rp. 14 milyar APBD Tahun 2016 menurut versi penyidik tindak pidana khusus Polres Tegal,” Soal kerugian negara pada proyek tersebut sekitar Rp. 4 milyar lebih. saya kurang hafal semua ada didalam berkas.Kami juga sudah siapkan berkas lainnya yang akan kammi limpahkan ke Kejaksaan,”kata Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo, S.H.

Penulis : Jaylani Iqbal
Editir : Nur Said MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here