Pancasila Jangan Cuma Jadi Hafalan! Pemkot Tegal Soroti Cyberbullying hingga Tawuran Remaja

  • Whatsapp
Pemkot Tegal mengajak masyarakat memperkuat wawasan kebangsaan dan mengamalkan Pancasila untuk menghadapi tantangan cyberbullying, tawuran remaja, dan perpecahan sosial.

KabarBeritaku.com, (KOTA TEGAL) – Nilai-nilai Pancasila dinilai perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan atau disampaikan dalam forum seminar. Di tengah derasnya arus informasi digital, perundungan siber (cyberbullying), tawuran remaja, hingga potensi perpecahan antarkelompok menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.

Pesan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Tegal, Moh Afin, dalam seminar dan diskusi wawasan kebangsaan serta pendidikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tegal di Hotel Premiere, Minggu (25/10/2026). Dalam kegiatan itu, Afin mengajak masyarakat memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan negara sekaligus menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan maupun perubahan kepemimpinan nasional. “Kita tingkatkan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara. Jangan sampai ada lagi bagian dari negara kita yang lepas dari NKRI,” kata Afin.

Read More

Ia menegaskan, pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perlu diikuti dengan penerapan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, perkembangan media sosial membawa tantangan tersendiri. Informasi yang tidak disikapi secara bijak berpotensi memicu kesalahpahaman, memperuncing perbedaan, hingga menimbulkan konflik antarkelompok.

Afin menilai, masyarakat Kota Tegal memiliki modal sosial berupa karakter yang lugas, terbuka, dan pekerja keras. Namun, sikap saling menghormati dan pemahaman kebangsaan tetap perlu diperkuat agar perbedaan tidak berkembang menjadi pertentangan. Persoalan perundungan siber, tawuran, dan potensi perpecahan di kalangan generasi muda juga menjadi perhatian dalam penguatan wawasan kebangsaan tersebut.

Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam seminar yang sama, Rektor Universitas Bhamada, Maufur, menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila. Maufur menjelaskan, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan menempatkan wilayah, tanah, air, dan udara sebagai satu kesatuan. Ia menekankan bahwa penerapan wawasan kebangsaan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti mencintai tanah air, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menghargai perbedaan, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. “Nilai-nilai ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi perbedaan pandangan dan menjaga hubungan antarkelompok masyarakat,” jelas Maufur.

Melalui seminar tersebut, Pemkot Tegal berharap penguatan wawasan kebangsaan tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang pertemuan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar tercermin dalam perilaku masyarakat, termasuk dalam penggunaan media sosial, penyelesaian perbedaan pendapat, serta upaya mencegah perundungan dan tawuran remaja. Sebab, menjaga persatuan tidak cukup hanya dengan mengucapkan Pancasila, tetapi juga membutuhkan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. ( Tosin Akbar / KBk )

Related posts