Bupati Tegal “Gelisah” Soal Medsos, Publik Diminta Pecaya Media Konvensional

Pemerintahan



KabarBeritaku.com, ( Slawi )- Pers sangat penting bagi pembangunan, namun saat ini insan pers tengah menghadapi tantangan besar dengan kehadiran media sosial (medsos). Bahkan Bupati Tegal Umi Azizah, mengaku, gelisah dan sudah tidak percaya lagi dengan informasi yang disampaikan lewat media sosial karena sarat dengan hoaks dan menyesatkan.

” Saya sekarang malah tidak membaca media sosial, karena informasi dari medsos banyak hoax dan tidak dapat dipertangung jawabkan. Oleh karena itu saya lebih percaya media massa atau konvsional entah itu cetak, online maupun elektronik,” kata Umi dalam acara Umi Azizah dalam Sarasehan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal, Sabtu (16/2/2019) di Kafe Teras Ijo, Slawi, Kabupaten Tegal dengan tema “Pers Itu Asyik” yang dihadiri dari kalangan mahasiswa, anggota Polres Tegal, Brigif-4/Dewa Ratna, Yonif 407/PK dan aktivis kelompok pemuda dan wakil bupati Tegal Sabilillah Ardie.

Oleh karena itu Umi menegaskan, insan pers dapat menjada dan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional atau arus utama dibandingkan dengan media sosial.Menurut dia, tidak mudah membuat publik percaya di tengah persaingan media sosial yang marak, bahkan dengan suguhan-suguhan informasinya. Umi juga mengungkapkan, pihaknya tidak akan pernah melakukan intervensi terhadap insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.” Saya orang tidak suka pencitraan, bekerja ya dijalanni apa adanya, maka dari itu silahkan saja jika ada berita mengkritik tulis saja apa adanya, saya lebih senang. Jika perlu Pers dapat bersinergi dengan pemerintah untuk sebuah tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Umi.

Sementara Wakil Bupati Tegal Sabililah Ardie mengatakan selamat Hari Pers Nasional, semoga Pers semakin jaya. Ardie juga berharap pers mampu mengemban amanat UU Pers nomer 40 Tahun 1999. ” Dengan segala kekurangan dan kelebihanya, Pers diharapkan mampu menjadi refrensi informasi yang bebas dan bertanggungjawab, berjalan sesuai amanat UU Pers,junjung tinggi etika jurnalistik yang menuntut aktualitas, obyektifitas, disiplin dalam melakukan verifikasi,” kata Ardie.

disela- sela kegiatan , Ketua PWI Kabupaten Tegal, Dwi Ariadi menuturkan, kegiatan tersebut lebih mengedepankan dialog, sehingga dapat memberikan semua kelompok masyarakat memberikan pendapatnya tentang pers di wilayah Kabupaten Tegal. Pria yang akrab disapa Dwi ini juge menjelaskan, pentingnya sikap cerdas dan bijaksana dalam mengakses dan menerima informasi ditengah kemajuan teknologi.” Saat ini media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kita harus bisa bijak dan cerdas dalam mengakses informasi, tidak asal percaya begitu saja, harus tahu sumber yang jelas agar tidak menjadi korban hoax,”paparnya.(Makmur/kbK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *